Tarian seorang bocah yang tampil di ajang perlombaan perahu Pacu Jalur di Provinsi Riau menjadi perbincangan luas di media sosial. Aksi bocah yang berdiri di ujung depan perahu itu disebut-sebut ikut memberi semangat bagi tim saat berlomba.
Seiring viralnya video tersebut, tarian itu kemudian banyak diikuti warganet dari berbagai negara. Sejumlah publik figur, influencer, hingga pemain sepak bola turut menirukan gerakan yang dinilai menarik karena tampil percaya diri dan energik. Di media sosial, tren ini kerap disebut dengan istilah “aura farming”.
Viralnya tarian dari Pacu Jalur itu memunculkan kebanggaan tersendiri bagi sebagian warganet Indonesia karena salah satu unsur budaya daerah menjadi tren global dan dikenal luas.
Namun, di tengah popularitas tersebut, muncul pula klaim dari beberapa warganet yang menyebut budaya Pacu Jalur yang viral itu berasal dari negara tetangga, Malaysia. Klaim ini ikut memicu perbincangan lanjutan di ruang digital.

