Qodratul Ikhwan maju sebagai calon Bupati Tulang Bawang pada Pilkada 27 November 2024 setelah sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Bupati. Ia berpasangan dengan Hankam Hasan sebagai calon Wakil Bupati dan mendapatkan nomor urut 2.
Berdasarkan hasil survei opini masyarakat terkait pemilihan pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Tulang Bawang, pasangan nomor urut 2 Qodratul-Hankam mencatat dukungan tertinggi. Dukungan terbesar disebut datang dari pemilih pria sebesar 28,56 persen. Secara total, elektabilitas Qodratul-Hankam tercatat 49,19 persen, tertinggi dibanding dua pasangan calon lainnya.
Survei juga menunjukkan elektabilitas Qodratul-Hankam menjadi yang tertinggi dalam dua skenario head-to-head. Pada skenario pertama melawan pasangan Winarti–Reynata Irawan, Qodratul-Hankam disebut unggul dengan selisih 37,24 persen dan elektabilitas lebih dari dua kali lipat dibanding lawannya. Pada skenario kedua melawan pasangan Hendriwansyah–Danial Anwar, Qodratul-Hankam memperoleh 67,80 persen dengan selisih 35,6 persen.
Dalam keterangannya, Qodratul menyoroti sejumlah capaian selama menjabat Penjabat Bupati Tulang Bawang selama 19 bulan, termasuk penurunan stunting, pengangguran, dan kemiskinan ekstrem. “Alhamdulillah dalam satu setengah tahun ini kami bisa menurunkan stunting dengan angka lebih dari 6 persen dari 10 koma sekian angkanya, sekarang kami bisa mencapai 4 persen,” kata Qodratul.
Ia juga menyebut angka pengangguran menurun. “Untuk pengangguran dari tahun lalu kami turunkan juga sekarang sudah 3,85 persen jadi terus menurun, termasuk juga angka kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Qodratul mengatakan penanganan berbagai persoalan tersebut dilakukan dengan melibatkan masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), hingga pejabat daerah. “Memang tidak ada cara lain kecuali kita harus bersama-sama,” ucapnya.
Dalam program penurunan stunting, Qodratul menyebut adanya inisiatif Grebek Stunting dengan pembentukan tim di kampung, daerah, hingga kecamatan untuk memantau kondisi ibu hamil. “Di kampung-kampung, daerah, hingga kecamatan kami bentuk tim yang selalu memonitor, misalnya ibu hamil untuk selalu mengecek kandungannya, sehingga kami cegah dari sejak dalam kandungan,” kata dia.
Untuk penanganan stunting yang sudah terjadi, ia menyebut pemerintah memberikan edukasi serta bantuan bahan pokok termasuk susu. “Alhamdulillah ini di tingkat kecamatan sudah bisa diatasi dengan semangat kebersamaan, apalagi bidang kesehatan kami cukup cekatan, Alhamdulillah bisa kami tekan terus angkanya. Beberapa kampung bahkan sudah mencapai 0, kami atensi khusus sehingga bisa 0 persen,” ujarnya.
Qodratul juga menyampaikan anggaran penanganan stunting dilakukan melalui urunan dari tunjangan kinerja (tukin) ASN dan pejabat daerah. “Jadi kami memberikan, antisipasi saat masih hamil diberikan edukasi rutin memeriksakan, kalau kurang gizi ya kami minta keluarkan dari tukin. Artinya kalau memang tidak ada anggaran kami gotong royong bersama jadi ringan,” katanya.
Dalam upaya menekan pengangguran, Qodratul menyebut setiap kecamatan diminta membuat berbagai kegiatan, termasuk kemitraan untuk mengembangkan objek wisata dengan memanfaatkan lahan atau aset daerah. “Jadi kita punya lahan atau aset dan kami jadikan objek wisata, kami renovasi sedikit-sedikit, sehingga di situ akan menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Salah satu destinasi yang disebut adalah Tangga Langit yang diresmikan oleh Qodratul. Objek tersebut disebut sebagai salah satu wisata unggulan di Kabupaten Tulang Bawang dan memiliki nilai sejarah.
Qodratul menilai pembukaan objek wisata dapat mendorong aktivitas ekonomi, termasuk bagi pedagang makanan dan minuman. “Alhamdulillah berhasil, yang tadinya nol orang sekarang sudah ratusan orang melakukan aktivitas ekonomi di tempat objek wisata. Karena itu, kami juga suka minta digelar festival budaya,” kata Qodratul.

