Studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap pola makan anak dan remaja di Indonesia masih belum sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Temuan ini menunjukkan konsumsi pangan yang dianjurkan, terutama buah dan sayur, belum menjadi kebiasaan harian di kelompok usia tersebut.
Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Rika Rachmalina, menyampaikan bahwa anak-anak dan remaja cenderung kurang mengonsumsi buah dan sayur. Sebaliknya, mereka lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, serta lemak.
“Di sisi lain, konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak justru tinggi. Sekitar lima dari sepuluh anak mengonsumsi minuman manis setiap hari,” ujar Rika dalam webinar bertajuk Cegah Gizi Lebih, Kejar Gizi Baik.
Temuan tersebut menegaskan perlunya perhatian terhadap kebiasaan makan anak dan remaja, mengingat ketidakseimbangan asupan gizi dapat berdampak pada status gizi mereka.

