Program kuliner Korea Selatan Street Restaurant Fighter resmi berakhir setelah menayangkan persaingan pelaku usaha kuliner yang diuji menjalankan bisnis restoran secara langsung. Berbeda dari kompetisi memasak yang mengandalkan penilaian juri, acara tvN ini menilai kemampuan peserta menghadapi pelanggan nyata, mulai dari menyusun menu, melayani pesanan, mengatur operasional, hingga menghitung keuntungan.
Program yang tayang sejak Juni hingga September 2026 itu mencapai babak final dengan menyisakan tiga tim. Final digelar di Jeonju melalui misi bertajuk “The Shop for All” atau “Semua Orang Punya Toko”. Tiga tim—Jung Ho-young & Song Hoon, Lee Sung-hoon & Yoo Tae-hee, serta Kim Hoon & Kim Jong-in—diminta mengelola restoran dan melayani pelanggan dengan latar belakang berbeda.
Penilaian dalam babak puncak tidak hanya bertumpu pada jumlah penjualan. Faktor lain yang dihitung mencakup rating pelanggan, biaya operasional, biaya bahan, serta kemampuan tim menarik kelompok pelanggan yang menjadi target.
Dalam persaingan, tim Lee Sung-hoon & Yoo Tae-hee sempat memimpin lewat penjualan tinggi dari menu tujuh hidangan. Namun, proses pelayanan yang lebih rumit membuat waktu tunggu pelanggan meningkat dan alur penyajian sempat mengalami kendala.
Sementara itu, Kim Hoon & Kim Jong-in mengambil pendekatan berbeda dengan strategi yang lebih sederhana. Mereka mengandalkan menu populer seperti king pork cutlet atau 왕돈까스, yang dinilai mampu menarik pelanggan dari berbagai kelompok, termasuk keluarga dan mahasiswa.
Pilihan strategi tersebut mengantarkan Kim Hoon & Kim Jong-in menjadi juara. Mereka meraih nilai akhir sekitar 4,09 juta won setelah seluruh perhitungan biaya dan bonus pelanggan dimasukkan. Tim Lee Sung-hoon & Yoo Tae-hee menempati posisi kedua, disusul Jung Ho-young & Song Hoon di peringkat ketiga.
Tim pemenang membawa pulang hadiah sekitar 190 juta won, tepatnya 190.964.208 won. Hasil ini menegaskan bahwa dalam bisnis kuliner, kualitas makanan saja tidak cukup tanpa strategi, pelayanan, serta kemampuan membaca kebutuhan pelanggan.
Kemenangan Kim Hoon juga menjadi penutup emosional bagi program tersebut. Usai diumumkan sebagai pemenang, ia menyampaikan dirinya bukan lulusan bidang kuliner dan sempat merasa minder karena memulai karier cukup terlambat. Perjalanannya di acara ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa kemampuan membaca pasar, berani mengambil strategi, dan tidak menyerah dapat menjadi modal penting untuk bertahan di dunia bisnis restoran.