Langkah pertama anak kerap menjadi momen yang dinantikan orang tua. Di usia sekitar 12 bulan, banyak bayi mulai menunjukkan tanda-tanda siap berjalan. Namun, sebagian anak masih ragu atau takut melepaskan pegangan dari tangan orang tua maupun benda di sekitarnya.
Kondisi tersebut sering memicu kekhawatiran, terutama saat orang tua membandingkan perkembangan anak dengan teman seusianya. Padahal, kesiapan berjalan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga kesiapan mental dan rasa percaya diri. Fase ini menjadi masa transisi besar bagi bayi ketika mereka mulai menyadari adanya ruang yang lebih luas untuk dieksplorasi secara mandiri.
Merujuk laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rentang usia normal anak untuk dapat berjalan mandiri berada di kisaran 9 hingga 18 bulan. Karena itu, bila anak berusia satu tahun belum lancar berjalan tanpa pegangan, orang tua tidak perlu langsung panik. Setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda.
Keterlambatan kecil juga dapat dianggap wajar selama anak masih menunjukkan kemajuan motorik kasar lainnya, seperti merangkak aktif atau mampu berdiri tegak dengan stabil. Meski demikian, orang tua disarankan tetap waspada dan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak apabila anak belum menunjukkan tanda-tanda bisa berjalan sama sekali setelah melewati usia 18 bulan.
Dalam masa pertumbuhan ini, anak membutuhkan stimulasi yang konsisten, kesabaran, serta lingkungan rumah yang kondusif agar merasa aman untuk mencoba hal baru. Dua aspek yang perlu dilatih secara selaras adalah penguatan fisik—terutama otot kaki—serta pembangunan rasa percaya diri agar anak berani melangkah mandiri.

