Pengalaman kesulitan menemukan makanan halal dengan cita rasa Indonesia saat pertama kali bekerja di Taiwan menjadi titik awal perjalanan usaha Sri Purwanti. Pekerja migran asal Cilacap, Jawa Tengah, itu kini mengembangkan bisnis kuliner Indonesia di Taipei melalui Kedai Sri Rahayu.
Sri datang ke Taiwan belasan tahun lalu sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selama bekerja, ia menyisihkan sebagian penghasilannya dan menabung secara bertahap hingga memiliki modal untuk membuka usaha.
Kedai Sri Rahayu berlokasi di No. 36, Aiguo E Rd, Zhongzheng District, Taipei. Kedai ini menawarkan makanan serta berbagai produk kebutuhan khas Indonesia, dan berada tidak jauh dari Taipei Grand Mosque.
Bagi Sri, usaha tersebut berangkat dari persoalan yang ia alami sendiri sebagai PMI. Ia mengaku pada masa awal tinggal di Taiwan, mencari makanan halal yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia merupakan hal yang sangat sulit.
Kondisi itu kemudian membuatnya melihat adanya kebutuhan yang lebih luas, terutama dari sesama pekerja Indonesia yang tinggal di Taiwan. “Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama. Saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan,” kata Sri.
Dari penghasilannya sebagai PMI, Sri mengumpulkan modal secara bertahap. Ia lalu merintis usaha kuliner dengan menyediakan makanan halal bercita rasa Nusantara untuk memenuhi kebutuhan komunitas Indonesia di Taiwan.