BERITA TERKINI
SPPG Turirejo Tarik 875 Porsi MBG di MTs Negeri Blora karena Dinilai Tak Layak Konsumsi

SPPG Turirejo Tarik 875 Porsi MBG di MTs Negeri Blora karena Dinilai Tak Layak Konsumsi

BLORA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Turirejo, Kecamatan Jepon, menarik 875 porsi menu Makan Gizi Gratis (MBG) yang telah dikirim ke MTs Negeri Blora. Penarikan dilakukan setelah menu tersebut dinilai tidak layak konsumsi.

Kepala MTs Negeri Blora, Warno, membenarkan peristiwa itu terjadi pada Senin, 10 November 2025. Ia mengatakan pihak sekolah menemukan sekitar tujuh sampel menu yang terasa kecut atau masam, sementara buah yang disajikan tampak kurang segar.

“Saat dicek, sekitar tujuh sampel menu MBG terasa kecut. Buahnya juga terlihat kurang fresh,” ujar Warno, Selasa, 11 November 2025.

Warno menjelaskan, keluhan awal muncul melalui grup penerima manfaat. Setelah dilakukan pengecekan langsung, sekolah memastikan laporan tersebut benar dan segera menghubungi SPPG untuk menarik seluruh menu yang sudah terlanjur dikirim.

Ia juga berharap ada perencanaan menu mingguan yang disertai informasi nilai gizi, sehingga pihak sekolah dapat memantau asupan nutrisi peserta program. “Kalau sekarang kan baru ada menu harian. Kalau bisa ada list menu satu minggu supaya gizi bisa terpantau,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Turirejo, Toshari Indra Triana, mengakui terdapat kesalahan teknis dalam proses pengolahan menu tahu fantasi yang memicu rasa masam. Menurutnya, tahu seharusnya diperas terlebih dahulu untuk mengeluarkan kadar air, namun tahapan tersebut terlewat.

“Menu itu kecut karena ada kesalahan proses pengolahan. Tahu seharusnya diperas dulu agar kadar airnya keluar, tapi kemarin tahap itu terlewat,” jelas Toshari.

Toshari menambahkan, kesalahan terjadi karena chef baru di dapur SPPG belum ikut dalam perencanaan menu. Pihaknya kemudian melakukan evaluasi bersama tim relawan, ahli gizi, dan koki dapur untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ke depan, setiap menu baru disebut akan diuji coba terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke siklus menu MBG.

Dari total 2.904 penerima manfaat yang dilayani dapur SPPG Turirejo, penarikan hanya dilakukan untuk MBG di MTs Negeri Blora sebanyak 875 porsi. Adapun menu pagi untuk tingkat TK tetap disalurkan karena tidak ditemukan masalah.

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Turirejo mengganti menu yang ditarik dengan makanan kering pada Selasa, 11 November 2025. “Sudah kami ganti, jadi hari ini penerima manfaat mendapat dua menu sekaligus — makanan siap saji dan makanan kering,” kata Toshari.

Untuk antisipasi, SPPG menyatakan akan memperketat pengawasan proses pengolahan, memastikan bahan makanan dalam kondisi segar dan higienis, serta menerapkan uji coba untuk setiap menu baru sebelum disajikan.

Kasus penarikan menu MBG di MTs Negeri Blora ini menjadi yang kedua di Kabupaten Blora. Sebelumnya, pada Rabu, 15 Oktober 2025, SPPG Sendangharjo menarik 3.086 menu MBG setelah ditemukan belatung dalam menu mi bakso.