BERITA TERKINI
SPPG Sidomulyo Blora Hentikan Menu Krowotan di Program MBG Usai Dikeluhkan Siswa dan Orang Tua

SPPG Sidomulyo Blora Hentikan Menu Krowotan di Program MBG Usai Dikeluhkan Siswa dan Orang Tua

BLORA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, menghentikan penyajian menu krowotan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menu tersebut mendapat penolakan dari siswa dan wali siswa SDN 1 Sidomulyo. Menu krowotan yang dimaksud antara lain jagung rebus, ubi jalar, kentang, dan sejenisnya.

Guru kelas VI SDN 1 Sidomulyo, Woro Sri Muryowati, mengatakan banyak siswa enggan memakan menu yang dikirimkan ke sekolah. Menurut dia, menu yang diterima saat itu berisi jagung rebus, ubi jalar, telur puyuh, dan susu.

Pihak sekolah kemudian menyampaikan keluhan tersebut kepada dapur SPPG. Muryowati menjelaskan, sekolah meminta agar menu tersebut dipending karena sebagian makanan yang sudah dibagikan tidak dimakan siswa. Makanan kemudian ditarik, sementara siswa hanya mengambil susu.

Setelah menerima masukan, SPPG Sidomulyo melakukan evaluasi dan mengganti menu MBG dengan variasi yang dinilai lebih disukai anak-anak. Muryowati menyebut, setelah perubahan dilakukan, pelaksanaan MBG di sekolahnya berjalan tanpa kendala dan menu dapat diterima oleh siswa maupun wali murid.

Meski demikian, ia menyebut masih ada sebagian orang tua yang membandingkan menu dari dapur sebelumnya yang dinilai lebih baik. Namun pihak sekolah menegaskan guru tidak berwenang menolak kiriman dari dapur mana pun selama anak-anak bisa menerima.

Kepala Dapur SPPG Sidomulyo, Andre, menyatakan bahwa secara aturan tidak ada larangan penyajian menu krowotan. Ia menegaskan takaran gizi tetap diperhitungkan, termasuk kandungan protein, karbohidrat, buah, dan susu, yang telah dihitung oleh ahli gizi.

Namun, karena adanya banyak masukan dari wali murid, SPPG Sidomulyo memutuskan mengganti menu tersebut. Andre mengatakan menu MBG saat ini dibuat lebih variatif dan tidak lagi menyajikan rebusan ketela maupun kentang.

Menurut Andre, setelah perbaikan diterapkan, penerima manfaat kembali antusias menerima menu MBG dan pengiriman makanan berlangsung lancar tanpa keluhan.