BERITA TERKINI
SPPG Banjarsari 1 Serang Salurkan Ribuan Paket MBG Ramadan ke Sekolah

SPPG Banjarsari 1 Serang Salurkan Ribuan Paket MBG Ramadan ke Sekolah

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarsari 1 di Cipocok Jaya, Kota Serang, menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu yang lebih praktis selama Ramadan. Paket makanan dikirim ke sekolah pada pagi hari agar dapat dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

SPPG Banjarsari 1 disebut sebagai dapur pertama yang beroperasi di Kota Serang dalam pelaksanaan program MBG. Operasionalnya dimulai sejak 17 Februari 2025 dan hingga kini melayani ribuan penerima manfaat dari sejumlah sekolah di wilayah Banjarsari dan sekitarnya.

Ketua Logistik SPPG Banjarsari 1, Wilnanda, menjelaskan bahwa selama Ramadan paket MBG berisi makanan yang mudah dibawa serta disimpan hingga waktu berbuka. Menu yang disiapkan antara lain ayam ungkep, tempe ungkep, roti abon, buah, susu, telur rebus, dan kurma.

Seluruh menu dikemas dan didistribusikan ke sekolah menggunakan tas khusus atau tote bag untuk memudahkan penyaluran sekaligus dibawa pulang oleh siswa. Penyaluran dilakukan untuk 12 sekolah di sekitar wilayah tersebut, serta posyandu.

Selain menu dari dapur, sebagian roti dipasok dari pelaku UMKM di wilayah Baros yang menjadi mitra tetap dapur MBG Banjarsari 1. “Rotinya dari UMKM di Baros dan sudah langganan sejak program ini berjalan,” kata Wilnanda, Minggu, 8 Maret 2026.

Wilnanda menambahkan, tim dapur juga memproduksi beberapa menu lain seperti ketan abon, kue gabin, dan berbagai jenis kue yang disesuaikan dengan kebutuhan menu harian. Sementara bahan baku utama seperti ayam, daging sapi, dan kebutuhan pangan lainnya diperoleh dari pemasok Citra Pangan yang berkantor di kawasan Bumi Mutiara Serang (BMS), dengan pemesanan dilakukan rutin sesuai kebutuhan produksi.

Menu MBG disusun dalam siklus enam hingga 12 hari untuk menjaga keseimbangan gizi siswa. Sebelum Ramadan, menu MBG disajikan dalam bentuk makanan siap santap lengkap, di antaranya nasi, ayam serundeng, capcay, tempe, dan buah. Menu lain yang pernah disiapkan meliputi nasi dengan tempe kecap, beef teriyaki, tumis sawi jagung, serta buah.

Di luar produksi makanan, dapur MBG Banjarsari 1 juga mengelola sekitar 3.000 wadah makan atau ompreng yang digunakan pada hari biasa. Setelah dikembalikan dari sekolah, wadah tersebut dibersihkan oleh tim khusus melalui tahapan membuang sisa makanan, mencuci dengan air dan sabun, membilas, lalu mengeringkannya menggunakan mesin pengering.

“Kalau menu yang berminyak biasanya agak sulit dibersihkan. Makanya selain sabun cuci piring kami juga pakai abu gosok supaya minyaknya hilang,” ujar Wilnanda.

Mitra program MBG Banjarsari 1, Sri Hartini, mengatakan penyusunan menu dilakukan berdasarkan ketentuan tim ahli gizi dan tidak disusun secara sembarangan. Menurutnya, pengaturan dalam siklus beberapa hari bertujuan menjaga asupan gizi siswa tetap seimbang.

“Menu itu sudah ditetapkan oleh ahli gizi. Biasanya disusun dalam siklus enam sampai dua belas hari supaya gizinya tetap seimbang untuk anak-anak,” kata Sri.

Sri juga menilai program MBG turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Ia menyebut permintaan bahan pangan meningkat dan produksi UMKM yang terlibat sebagai pemasok ikut terdorong. “Program ini banyak membantu masyarakat. Pedagang pasar, UMKM, sampai tenaga kerja di dapur juga ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.