BEKASI — Kementerian Kesehatan RI bersama Anggota DPR RI Komisi IX H. Obon Tabroni, S.E., menggelar Sosialisasi Pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) di Jl. Perum Telaga Harapan No.1 Blok I4, Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan dihadiri unsur masyarakat, tokoh daerah, tenaga kesehatan, serta awak media.
Sosialisasi ini menjadi wadah edukasi publik mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, kegiatan tersebut juga memperkenalkan sejumlah program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Program MBG dipandang sebagai langkah untuk memperkuat fondasi kesehatan generasi melalui pemenuhan gizi seimbang dan berkelanjutan. Hal ini dikaitkan dengan amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan hak warga negara memperoleh pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.
Tokoh masyarakat Desa Kalijaya, Hj. Uun, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan asupan gizi seimbang pada masa pertumbuhan.
“Program Makan Bergizi Gratis sangat membantu masyarakat. Kandungan gizinya lengkap, mulai dari protein, sayur, karbohidrat hingga vitamin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan warga. Terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kami tentu sangat bersyukur, karena program ini bukan sekadar memberi makan, tetapi juga menjaga masa depan generasi desa,” ujar Hj. Uun.
Dedi, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, menjelaskan bahwa menu dalam program MBG telah disusun melalui perhitungan gizi dan pengawasan tenaga kesehatan. Menurutnya, setiap porsi dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara seimbang.
“Program MBG disusun berdasarkan standar gizi yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Komposisi makanannya mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Tujuannya agar tumbuh kembang anak berjalan optimal dan kesehatan masyarakat dapat terus terjaga,” kata Dedi.
Ia menambahkan, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Dengan asupan gizi memadai, diharapkan anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan lebih cerdas.
Sementara itu, Obon Tabroni menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk komitmen negara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Ia menilai investasi bangsa tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Negara hadir memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang layak. Dengan gizi yang baik, kita menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas untuk menghadapi masa depan. Ini bukan sekadar program sosial, tetapi fondasi bagi pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.
Melalui sosialisasi imunisasi, gerakan hidup sehat, dan penguatan gizi masyarakat, kegiatan di Bekasi tersebut menegaskan upaya kolektif untuk meningkatkan derajat kesehatan warga sekaligus memperkuat kualitas generasi mendatang.

