KENDAL — SMP Negeri 3 Boja, Kabupaten Kendal, menggelar Gerakan Aksi Bergizi Serentak pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi kesehatan bagi siswa, tetapi juga ditujukan untuk membangun kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sejak usia sekolah.
Kepala SMPN 3 Boja, Herutami, mengatakan pembiasaan hidup sehat merupakan bekal penting bagi peserta didik. Ia menilai masih banyak siswa yang belum terbiasa sarapan dan kurang mengonsumsi sayuran. Karena itu, kegiatan yang melibatkan sekolah, Puskesmas Limbangan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut dinilai dapat menanamkan pola hidup sehat secara langsung.
“Melalui Gerakan Aksi Bergizi ini, siswa tidak hanya mendapat edukasi, tetapi juga dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi dan memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ujar Herutami.
Gerakan Aksi Bergizi di SMPN 3 Boja merupakan bagian dari pelaksanaan serentak di delapan SMP di wilayah kerja Puskesmas Limbangan. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi remaja sekaligus mencegah anemia sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan makan bergizi, edukasi gizi seimbang, serta minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Guru, petugas Puskesmas, ahli gizi, dan tenaga kesehatan turut mendampingi pelaksanaan kegiatan agar siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan.
Herutami menambahkan, kegiatan juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis bagi guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah positif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas 2 Boja dr. Dwi Yuliawati mengatakan Gerakan Aksi Bergizi bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. “Anak-anak perlu dibiasakan sarapan sehat, melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit dalam seminggu, serta mengonsumsi Tablet Tambah Darah seminggu sekali sebagai upaya mencegah anemia, khususnya pada remaja putri,” kata Dwi Yuliawati.
Ia menilai peningkatan status gizi remaja menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting. “Harapan kami, siswa tidak hanya menerapkan pola hidup sehat di sekolah, tetapi juga menjadi pelopor di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tambahnya.
Melalui pembiasaan sarapan bergizi, aktivitas fisik secara rutin, serta konsumsi Tablet Tambah Darah, Gerakan Aksi Bergizi diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan yang membentuk budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

