Panduan makan bergizi kini tidak lagi berpatokan pada konsep 4 Sehat 5 Sempurna, melainkan mengutamakan gizi seimbang. Edukasi mengenai gizi seimbang pun menjadi perhatian pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan melalui beragam program.
Melalui laman resmi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, gizi seimbang dimaknai dalam program Isi Piringku. Berbeda dari konsep sebelumnya, Isi Piringku tidak hanya memberi panduan menu dalam sekali makan, tetapi juga menekankan porsi yang tepat.
Gizi seimbang didefinisikan sebagai kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Dalam panduan Isi Piringku, 50 persen piring diisi sayur dan buah, sementara 50 persen lainnya terdiri atas makanan pokok dan lauk pauk.
Mahasiswa Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Rania Arikah Syari, menekankan pentingnya edukasi Isi Piringku kepada anak-anak. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Sore Ceria Pro 2 RRI Palembang, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Rania, Isi Piringku dapat menjadi langkah edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Ia juga menilai panduan tersebut bisa menjadi tolak ukur untuk melatih berpikir kritis anak dalam menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
“Nanti anak-anak bisa lihat tuh di menu MBG-nya apakah sudah memenuhi kriteria atau atau belum,” ujarnya. Ia menambahkan, edukasi ini dapat membantu anak lebih sadar terhadap makanan yang mereka konsumsi.
Rania juga memperkenalkan program ALSA X AMSA Unsri 2026 dari organisasi kampusnya yang berfokus pada edukasi bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut akan mengadakan sosialisasi Isi Piringku pada 26 September 2026, dengan informasi lebih lanjut melalui Instagram @alsaxamsa.