BERITA TERKINI
Nutrisionis Ingatkan Bahaya Diet Ekstrem, Anjurkan Pedoman "Isi Piringku" untuk Gizi Seimbang

Nutrisionis Ingatkan Bahaya Diet Ekstrem, Anjurkan Pedoman "Isi Piringku" untuk Gizi Seimbang

PONTIANAK — Diet sehat tidak selalu berarti memangkas porsi makan secara drastis atau menghindari karbohidrat. Nutrisionis Karweli Fitria Ningsih menjelaskan, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tujuan kesehatan masing-masing individu.

Dalam program Indonesia Sehat edisi Jumat, 18 September 2026, Karweli menerangkan bahwa diet pada dasarnya adalah pengaturan pola makan, mulai dari jumlah, porsi, hingga jadwal makan. Tujuannya dapat beragam, seperti menjaga kesehatan, mengatur berat badan, maupun membantu mengendalikan kondisi tertentu seperti hipertensi dan diabetes.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi secara lebih seimbang, ia menyarankan masyarakat menerapkan prinsip “Isi Piringku”. Pedoman yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan sejak 2014 ini menggantikan konsep “Empat Sehat Lima Sempurna”.

Dalam konsep “Isi Piringku”, setengah bagian piring diisi sayur dan buah, dengan porsi sayur lebih banyak daripada buah. Sementara setengah bagian lainnya terdiri dari makanan pokok sebagai sumber karbohidrat dan lauk sebagai sumber protein.

Karweli menekankan bahwa sumber karbohidrat tidak harus selalu nasi. Jagung dan ubi dapat menjadi alternatif sesuai kebutuhan. Adapun sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, ayam, tahu, maupun tempe. Ia juga mengingatkan bahwa karbohidrat bukanlah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya, melainkan perlu dikonsumsi sesuai batas yang tepat.

Ia mengimbau masyarakat tidak mudah mengikuti metode diet ekstrem yang banyak beredar di media sosial, termasuk menghilangkan kelompok makanan tertentu secara total. Menurutnya, kebutuhan gizi harus tetap dipenuhi secara seimbang dan perubahan pola makan sebaiknya dilakukan bertahap.

Selain menerapkan pola makan seimbang, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi bahan pangan alami atau real food serta memantau berat badan secara berkala. Konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi di puskesmas maupun rumah sakit juga dapat dilakukan untuk memperoleh rekomendasi pola makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Karweli menambahkan, penerapan “Isi Piringku” merupakan bagian dari upaya pencegahan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, hipertensi, serta stunting pada anak.