Sebanyak 100 pelajar dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong (Smabhatig) dan SMAN 3 Sidoarjo mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Gabungan (Diklatjurgab) pada Ahad, 28 April 2024. Kegiatan ini digelar dengan metode indoor dan outdoor.
Diklat yang digagas pengurus Majalah Generasi Smabhatig (Magastig) itu menghadirkan narasumber jurnalis Ishomuddin, yang juga koresponden Tempo serta Pemimpin Redaksi Jatimnet.com. Pada tahap awal, peserta menerima materi teori dan mengikuti sesi diskusi di Aula Swastika Nawasena SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong.
Ketua Panitia Diklat Gabungan Delon Dwi Rachmadi mengatakan setelah sesi teori, peserta diarahkan untuk praktik liputan langsung di Pasar Porong. Untuk pelaksanaan praktik, para peserta dibagi menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 orang.
Ketua Panitia Diklat Gabungan Fazar Auliah Bagus Wibowo menjelaskan setiap anggota kelompok mendapat peran berbeda, mulai dari mewawancarai narasumber hingga mengambil foto dan video aktivitas di lokasi liputan. Sepuluh kelompok tersebut meliput sejumlah objek, di antaranya stan pedagang sayuran, pedagang buah, pedagang beras, pedagang gerabah, toko emas atau perhiasan, pedagang baju, pasar loak atau barang bekas, Pemadam Kebakaran Unit Porong, serta Bus TransJatim yang mangkal di Terminal Pasar Porong.
Seusai praktik, tiap kelompok menyusun hasil liputan menjadi berita disertai foto, serta membuat produk video berupa laporan video atau laporan langsung (live report). Naskah berita dan foto kemudian diunggah ke web atau blog yang dibuat masing-masing kelompok.
Ishomuddin menekankan pelatihan jurnalistik perlu memadukan teori, praktik, dan evaluasi. Ia juga menilai para pelajar saat ini relatif terbiasa menggunakan perangkat teknologi informasi, sehingga perlu diarahkan untuk memanfaatkannya sebagai sarana publikasi karya jurnalistik.
Menurut Ishomuddin, tantangan yang masih tampak di level pelajar adalah kemampuan penulisan berita. Ia menilai sebagian peserta belum memahami format berita serta cara menyusun kalimat yang efektif, sekaligus tetap mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Diklat tersebut menghasilkan sepuluh karya berita dari sepuluh kelompok yang dipublikasikan melalui blog atau web berbasis blogspot.com atau blogger.com yang terhubung dengan akun Google dan dapat diakses melalui internet.
Kegiatan ini turut dihadiri guru pembina jurnalistik SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong Vanny Agus Dwidyantoro dan pelatih jurnalistik SMAN 3 Sidoarjo Khrisna Hermawan Warsono. Vanny menyampaikan apresiasi kepada pemateri dan mendorong siswa untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistik. Sementara itu, Khrisna memberikan saran teknis agar ukuran file video tidak terlalu besar, salah satunya dengan mengubah pengaturan resolusi video ke 720 fps (frame per second).

