Kekayaan kuliner tradisional Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus didorong menjadi bagian dari pengembangan pariwisata daerah. Salah satu yang kini mendapat perhatian adalah Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Opak Ketan Jampang, yang disebut sebagai kebanggaan masyarakat Sukabumi Selatan.
Sentra tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi makanan tradisional, tetapi juga berkembang menjadi ruang pengenalan budaya kuliner lokal yang lekat dengan nilai sejarah dan tradisi masyarakat Pakidulan.
Opak ketan telah lama dikenal sebagai makanan khas yang melekat dalam kehidupan masyarakat Sukabumi Selatan. Teksturnya renyah dengan cita rasa gurih manis, sehingga kerap dicari masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menilai Sentra IKM Opak Ketan Jampang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata kuliner daerah.
“Sentra IKM Opak Ketan Jampang bukan hanya pusat produksi kuliner tradisional, tetapi juga menjadi representasi kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sukabumi Selatan. Ini merupakan potensi besar yang bisa dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif daerah,” ujar Ali, Jumat (13/3/26).
Menurut Ali, pengembangan sentra kuliner lokal sejalan dengan strategi promosi pariwisata Kabupaten Sukabumi yang mengedepankan kekuatan budaya, alam, dan produk kreatif masyarakat. Keberadaan sentra ini juga dinilai dapat memperkaya pengalaman wisata di kawasan selatan Sukabumi yang selama ini dikenal memiliki daya tarik alam yang kuat.
Ia menjelaskan, wisatawan yang berkunjung ke kawasan Surade, Jampangkulon, Ujung Genteng, hingga Palampang dapat menambah pengalaman wisata dengan melihat proses pengolahan opak ketan sekaligus mencicipi cita rasa kuliner khas Pakidulan.
“Wisata kuliner seperti ini memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan. Mereka tidak hanya menikmati keindahan alam Sukabumi Selatan, tetapi juga bisa merasakan langsung kekayaan kuliner tradisional masyarakat setempat,” katanya.
Selain memperluas pilihan aktivitas wisata, pengembangan Sentra IKM Opak Ketan Jampang juga disebut berkontribusi dalam memperkuat daya tarik kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang telah dikenal sebagai destinasi geopark bertaraf internasional. Dengan adanya sentra kuliner khas, wisatawan memiliki alternatif kegiatan mulai dari eksplorasi alam, budaya, hingga pengalaman gastronomi lokal.
Ali menegaskan pemerintah daerah terus mendorong promosi produk kuliner lokal sebagai bagian dari penguatan identitas pariwisata Sukabumi. “Kami berharap keberadaan Sentra IKM Opak Ketan Jampang dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kuliner tradisional seperti opak ketan bisa semakin dikenal luas hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk mendukung keberlangsungan produk lokal dengan berkunjung langsung ke sentra kuliner tersebut. “Bagi para sahabat pariwisata yang sedang berkunjung ke Sukabumi Selatan, sempatkan mampir ke Sentra Opak Ketan Jampang. Selain menikmati kuliner khas, kita juga ikut menjaga tradisi sekaligus mendukung ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan perpaduan potensi kuliner tradisional dan wisata alam, Sentra IKM Opak Ketan Jampang kini terus dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Sukabumi Selatan.

