Di tengah menjamurnya restoran mewah dan beach club bertaraf internasional di kawasan Canggu, sebuah gerai kaki lima di koridor Jalan Pantai Batu Bolong justru mencuri perhatian. Sate Babi Street Food Warenda belakangan ramai dibicarakan dan kerap disebut sebagai salah satu sate babi terenak di area tersebut.
Berlokasi di Jl. Pantai Batu Bolong No. 40, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, warung sederhana ini hampir setiap sore dipadati pembeli. Pengunjungnya beragam, mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara.
Popularitas Warenda turut terdorong oleh ulasan di media sosial. Salah satu konten kreator kuliner, Bali Maknyus, menilai sate babi Warenda memiliki daging yang empuk, bumbu yang meresap, serta harga yang dianggap masuk akal untuk kawasan wisata.
Warung ini mempertahankan teknik pembakaran tradisional menggunakan bara arang, yang menghasilkan aroma asap khas. Setiap tusuk berisi potongan daging tebal dengan tekstur lembut. Cita rasanya didominasi manis dengan sentuhan pedas yang seimbang.
Pengunjung juga dapat memilih porsi khusus daging tanpa lemak. Sate disajikan bersama tipat yang pulen dan siraman bumbu kacang kental bercita rasa khas.
Meski berada di kawasan strategis pariwisata Bali, harga yang ditawarkan tetap terjangkau. Satu porsi sate lengkap dengan tipat dibanderol Rp25.000, yang dinilai kompetitif untuk wilayah Kuta Utara.
Konsistensi rasa turut tercermin dari ulasan pelanggan di Google Maps dengan rating 4,5 bintang. Sejumlah pelanggan juga menyoroti pelayanan yang cepat, meski antrean kerap mengular hingga ke bahu jalan.
Salah seorang pelanggan, Trisye Imanuela, mengatakan pengalaman menyantap sate babi di pinggir jalan memberi kesan tersendiri. Ia menyebut suasana tersebut mengingatkannya pada masa kecil saat menikmati sate babi dalam acara di pura.
“Untuk rasa tidak perlu diragukan. Kalau dagangan ramai seperti ini, biasanya memang karena rasanya enak. Mereka fokus pada kualitas makanan,” ujarnya.

