Sarapan Changi, usaha kuliner yang mengusung konsep street food khas Changi, Singapura, hadir di Palembang. Berangkat dari garasi rumah yang difungsikan sebagai dapur produksi, UMKM ini menawarkan beragam menu sarapan cepat saji dengan cita rasa yang disebut terinspirasi dari jajanan populer di Changi.
Pemilik Sarapan Changi, Riska, mengatakan ide usaha tersebut muncul setelah ia merasakan suasana street food di Changi yang hangat, ramai, dan menyajikan makanan sederhana namun menggugah selera. Menurutnya, semangat itu ingin dibawa ke Palembang dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang segar serta resep yang mudah dikenali.
Menu yang disajikan antara lain roti bakar dan telur rebus setengah matang. Sarapan Changi juga menawarkan sejumlah menu andalan, seperti pempek, tekwan, serta lontong mix laksan. Selain itu tersedia pilihan lain seperti aneka gorengan, nasi uduk, dan minuman tradisional seperti teh tarik.
Riska menuturkan, penggunaan garasi rumah sebagai tempat produksi membantu usaha menjaga harga tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas. Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi agar makanan yang disajikan tetap bersahabat bagi pelanggan.
Selain menghadirkan pengalaman sarapan yang praktis, Sarapan Changi juga menjadi contoh bahwa usaha rumahan dapat berkembang. Ke depan, Riska berharap usahanya semakin besar, mampu bertahan, dan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja.

