BERITA TERKINI
Santri PPI AMF Ciptakan Teh Herbal Daun Putri Malu, Diklaim Bantu Cegah Insomnia

Santri PPI AMF Ciptakan Teh Herbal Daun Putri Malu, Diklaim Bantu Cegah Insomnia

Sejumlah santri kelas 7 SMP Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Kabupaten Malang, mengembangkan teh herbal berbahan dasar daun putri malu. Produk ini diklaim dapat membantu mencegah insomnia atau kesulitan tidur dan lahir dari kegiatan praktikum mata pelajaran IPA yang mendorong siswa menghasilkan karya kreatif.

Salah satu santri penggagas, Aqeela Ahmad Darun, mengatakan ide pembuatan teh herbal tersebut muncul setelah guru IPA memberi tantangan untuk membuat produk inovatif. Menurutnya, efek teh yang dibuat cukup terasa pada kualitas tidur. “Guru IPA kami mendorong kami untuk menghasilkan produk kreatif, sehingga lahirlah teh herbal berbahan putri malu ini. Efeknya sangat terasa, kualitas tidur kami lebih baik. Kami bangun tetap segar dan tidak mengantuk di kelas,” ujarnya.

Tanaman putri malu (Mimosa pudica) dikenal karena daunnya menutup saat disentuh. Selain keunikannya, tanaman ini disebut mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin yang dipercaya memiliki efek menenangkan, sehingga kerap dimanfaatkan dalam ramuan herbal untuk membantu mengatasi gangguan tidur. Pemilihan putri malu juga dipertimbangkan karena mudah ditemukan dan sering diabaikan.

Dalam prosesnya, para santri mengombinasikan daun putri malu dengan madu, jahe, kayu manis, dan air. Campuran tersebut kemudian direbus selama dua hingga tiga jam agar sari teh keluar secara maksimal. Hasilnya, teh berwarna cokelat menyerupai teh pada umumnya, dengan rasa yang disebut cukup manis sehingga dinilai mudah diterima anak-anak dan remaja.

Teh herbal itu juga telah diuji coba oleh teman-teman sekelas. Ahmad menyebut respons yang diterima cenderung positif. “Ada satu teman yang sering mengantuk di kelas. Setelah minum teh ini, dia jadi lebih segar,” kata Ahmad, dikutip dari siaran pers, Selasa (9/12/25).

Pembuatan teh herbal tersebut dibimbing oleh Zumrotin Firdaus, guru IPA sekaligus Wakil Kepala SMP–SMA AMF Bidang Kurikulum. Firdaus menyatakan kegiatan ini ditujukan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Ia mendampingi proses mulai dari pencarian tanaman, pemilihan daun, pencucian, hingga pembuatan ekstrak herbal sesuai prosedur praktikum.

Ke depan, Firdaus bersama para santri berencana memproduksi teh herbal ini secara massal dengan kemasan yang lebih menarik. Produk tersebut diproyeksikan menjadi alternatif bagi masyarakat yang mengalami insomnia agar dapat memperoleh tidur yang lebih berkualitas.