BERITA TERKINI
Riset Jakpat: 77% Responden Masih Memilih Kuliner Lokal saat Makan di Luar

Riset Jakpat: 77% Responden Masih Memilih Kuliner Lokal saat Makan di Luar

Riset terbaru Jakpat menunjukkan kuliner tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat di tengah maraknya makanan modern. Pada 2025, menu seperti mie, bakso, soto, hingga masakan daerah seperti Padang dan Sunda tetap dominan saat konsumen Indonesia makan di luar rumah.

Survei yang melibatkan 995 responden muda di delapan kota besar di Jawa menemukan 77% konsumen lebih memilih kuliner lokal. Dari kelompok tersebut, 68% mengutamakan menu berat seperti mie, bakso, soto, atau sop. Sementara itu, masakan daerah juga tetap kuat, dengan sekitar satu dari dua responden menyatakan menyukainya.

Untuk kategori camilan, makanan seperti siomay, batagor, dimsum, seblak, dan cilok disebut masih populer dengan tingkat ketertarikan di kisaran 50%. Di saat yang sama, tren modern seperti kopi dan minuman kekinian juga terus berkembang, mencerminkan pola konsumsi yang menggabungkan pilihan tradisional dan modern.

Dalam menentukan tempat makan, harga menjadi pertimbangan terbesar (60%), disusul rasa (59%). Namun, aspek lain seperti pelayanan, kebersihan, dan porsi juga semakin diperhatikan. Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menyebut pengalaman makan kini ikut menjadi faktor penting selain harga dan rasa.

Dari sisi waktu, kebiasaan makan di luar paling banyak terjadi pada jam makan malam (41%) dan makan siang (37%). Survei juga mencatat konsumen perempuan lebih sering makan di luar pada malam hari, sedangkan laki-laki cenderung lebih banyak beraktivitas kuliner pada larut malam atau pagi hari.

Riset tersebut turut mencatat meningkatnya minat eksplorasi kuliner baru. Alasan utama responden mencoba tempat makan baru adalah harga terjangkau (64%), menu unik (49%), dan promo pembukaan (48%). Meski begitu, banyak konsumen memilih menunggu ulasan atau menanti kondisi restoran lebih stabil sebelum berkunjung.

Di sisi lain, data Kementerian Perdagangan menunjukkan sektor kuliner masih menjadi tulang punggung industri waralaba di Indonesia. Hingga Februari 2025, usaha waralaba di bidang kuliner mendominasi 47,77% dari total waralaba.

Temuan ini mengindikasikan selera terhadap kuliner tradisional tetap menjadi kekuatan utama pasar makanan dan minuman di Indonesia, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk berinovasi tanpa meninggalkan cita rasa lokal.