BERITA TERKINI
Rayyan Arkan Dikha, Bocah 11 Tahun di Balik Tarian Viral Pacu Jalur: ‘Tercipta Secara Spontan’

Rayyan Arkan Dikha, Bocah 11 Tahun di Balik Tarian Viral Pacu Jalur: ‘Tercipta Secara Spontan’

Video seorang anak laki-laki berkacamata hitam yang menari di ujung perahu balap panjang dari Indonesia belakangan ramai beredar dan menjelma tren di media sosial global. Gerakan yang dinilai penuh gaya dan mudah diikuti itu bahkan ditiru sejumlah atlet dan klub olahraga dunia.

Sosok dalam video tersebut adalah Rayyan Arkan Dikha, 11 tahun, siswa kelas 5 SD dari sebuah desa di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Kepada BBC Indonesia, Dikha mengatakan tarian yang viral itu merupakan ciptaannya sendiri dan muncul tanpa direncanakan.

“Saya sendiri yang menciptakan tarian ini,” ujarnya, Kamis (10/07). “Tarian itu tercipta secara spontan.”

Dikha baru saja memulai debutnya di ajang balap perahu tingkat nasional yang dikenal sebagai pacu jalur. “Pacu” berarti lomba, sementara “jalur” merujuk pada perahu panjang seperti kano yang dilombakan.

Dalam perlombaan tersebut, Dikha menempati posisi Togak Luan, yakni penari di ujung perahu yang bertugas memberi semangat kepada para awak. Dalam video yang tersebar luas, ia berdiri di haluan perahu balap yang didayung oleh setidaknya 11 orang dewasa. Dikha tampak mengenakan pakaian adat Teluk Belanga dengan penutup kepala khas Melayu Riau.

Rangkaian gerakannya terekam jelas: sebelum mulai menari, ia mengembuskan kecupan ke kiri dan ke kanan, lalu menggerakkan lengan secara berirama dengan ekspresi wajah yang minim. Dalam salah satu gerakan, ia mengulurkan satu tangan ke depan setinggi dada, sementara tangan lain berada di bawah seperti sedang menyapu. Di momen lain, ia memutar kedua tinju seperti roda saat bertransisi dari kiri ke kanan, atau merentangkan satu tangan ke depan dan tangan lainnya ke belakang.

Di internet, tarian tersebut kerap dikaitkan dengan istilah “aura farming”, frasa populer untuk gerakan yang terlihat keren dan membangun karisma. Sejak akhir Juni, video dengan tagar seperti “aura farming kid on boat” dan “boat race kid aura” telah ditonton jutaan kali di TikTok.

Di kolom komentar, Dikha juga dijuluki “The Reaper”, istilah yang diartikan sebagai “Sang Penghancur” atau “Sang Juara” karena dianggap dominan dan tak terkalahkan. Salah satu komentar populer menyebut ia dikenal sebagai “the reaper” karena “tak terkalahkan”, sementara komentar lain menilai ia “mengalahkan lawan dengan aura farming”.

Tren itu meluas hingga ke kalangan olahraga internasional. Klub sepak bola Paris Saint-Germain mengunggah video versi mereka di TikTok pada 1 Juli dengan judul “Auranya sampai ke Paris”, yang ditonton lebih dari 7 juta kali dalam 10 hari. Keesokan harinya, pemain NFL Travis Kelce juga mengunggah versinya sendiri, yang kemudian ditonton lebih dari 14 juta kali. Pembalap F1 Alex Albon juga disebut termasuk yang meniru gerakan tersebut.

Di Indonesia, tarian Dikha turut mendapat perhatian pejabat. Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, mengatakan menari di ujung perahu bukan hal mudah karena menuntut keseimbangan. “Menjaga keseimbangan sebagai tarian yang memotivasi tim dayung Pacu Jalur sungguh tidak gampang. Mungkin itulah mengapa anak-anak dipilih ketimbang orang dewasa, karena lebih mudah bagi mereka untuk menjaga keseimbangan,” kata Fadli kepada wartawan di sebuah acara yang dimaksudkan untuk merayakan kepopuleran Dikha, Rabu (09/07).

Kekhawatiran soal keselamatan juga diakui ibu Dikha, Rani Ridawati. Ia mengatakan risiko utama adalah anaknya terjatuh dari perahu. “Kekhawatiran utamanya adalah dia mungkin jatuh,” ujar Rani, seraya menyebut Dikha adalah perenang yang andal. “Terkadang jika dia jatuh secara tidak sengaja atau tiba-tiba, saya khawatir dia tersambar dayung.” Namun, ia menambahkan, “Tapi kalau dia jatuh, sudah ada tim penyelamat. Tim penyelamat sudah siap.”

Meski Dikha mengaku tidak mengenal selebritas yang meniru tariannya—kendati awalnya ia sempat mengatakan mengenal Travis Kelce—namanya cepat dikenal di Indonesia. Minggu lalu, ia dinobatkan sebagai duta pariwisata oleh Gubernur Riau. Pekan ini, ia dan ibunya diundang ke Jakarta untuk bertemu dengan menteri kebudayaan dan pariwisata, serta tampil di televisi nasional.

Dikha mengatakan ia senang tariannya bisa dikenal luas. “Setiap kali teman-teman melihat saya, mereka bilang ‘kamu viral’,” ucapnya sambil tersenyum malu-malu.