Malang – Festival kuliner bertajuk Rame Rasa Malang 2025 dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Agustus 2025 di Lapangan Rampal, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi gelaran perdana dari Wahyoo Fest bersama Amazing Malang yang berfokus pada penyelenggaraan event dan aktivasi komunitas.
Festival ini dihadirkan sebagai ruang perayaan kuliner lokal dan kebersamaan masyarakat Malang Raya. Lebih dari 100 tenant kuliner pilihan akan meramaikan acara, dengan dominasi pelaku UMKM dari Malang dan sekitarnya.
Owner Wahyoo Group, Peter Shearer, mengatakan pengunjung tidak hanya akan menemukan ragam makanan, tetapi juga produk lain. “Kita ada lebih dari 100 tenant kuliner. Selain kuliner, pengunjung juga akan menemukan berbagai produk kriya, dekorasi, hingga mainan anak-anak,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025).
Rame Rasa Malang 2025 terbuka untuk umum dengan tiket masuk mulai Rp10 ribu. Selama dua hari penyelenggaraan, festival akan berlangsung pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Salah satu agenda yang dijadwalkan adalah aksi memasak besar oleh Bobon Santoso. “Bobon akan hadir dengan agenda masak besar 1000 Porsi secara langsung di lokasi festival,” kata Peter.
Selain itu, panitia juga menyiapkan promo jajanan serba Rp10 ribu dari sejumlah tenant kuliner terpilih. Promo tersebut disebut sebagai bentuk dukungan bagi pelaku UMKM sekaligus upaya menghadirkan pengalaman kuliner yang terjangkau bagi masyarakat.
Owner Amazing Malang, Donny Kris, menjelaskan festival ini akan dibagi ke dalam tiga zona aktivasi. Pertama, Bakul Nakaman Kane sebagai zona kuliner utama yang menghadirkan sajian khas lokal, tenant UMKM unggulan, serta aksi memasak kolosal oleh Bobon Santoso.
Kedua, Kuy Dolan yang menjadi area santai dan bermain untuk keluarga, dilengkapi photobooth, permainan interaktif, dan doorprize. “Terakhir, ada Panggunge Wong Mbois menjadi panggung utama yang menampilkan pertunjukan musik, seni budaya tradisional seperti bantengan serta penampilan dari bintang tamu spesial,” ujar Donny.
Melalui gelaran ini, penyelenggara menekankan semangat pemberdayaan UMKM dan penguatan ekosistem kuliner lokal. Donny menyebut festival tersebut ditargetkan menjadi salah satu festival kuliner terbesar dan meriah di Jawa Timur pada 2025.

