FAKFAK — Suasana Ramadhan yang semakin ramai menjelang waktu berbuka puasa membawa dampak positif bagi pelaku UMKM lokal, terutama di sektor kuliner. Sejak pekan pertama puasa, deretan pedagang makanan dan minuman mulai dipadati pembeli yang mencari menu berbuka.
Berbagai hidangan seperti kolak, minuman segar, kue dan jajanan tradisional, hingga aneka lauk-pauk siap saji menjadi incaran masyarakat. Lonjakan permintaan membuat sebagian pedagang meningkatkan jumlah produksi dibanding hari biasa. Sejumlah pedagang bahkan mengaku dagangan mereka kerap habis terjual sebelum azan Magrib berkumandang.
Salah satu pedagang, Mirnah (32), mengatakan pendapatannya meningkat selama Ramadhan. Dalam sehari, ia mampu menjual lebih dari 100 porsi aneka takjil tradisional. Ia menjelaskan, di luar bulan puasa biasanya ia berjualan kue dan nasi kuning pada pagi hari untuk sarapan dengan jumlah sekitar 10 kotak per jenis. Namun saat Ramadhan, ia fokus berjualan pada sore hari dan dapat membawa 100 hingga 150 kotak kue beragam yang umumnya sudah habis sebelum waktu berbuka. Ia menyebut hasil penjualan tersebut menjadi tambahan untuk kebutuhan menjelang Lebaran.
Momentum Ramadhan juga dimanfaatkan warga lainnya untuk membuka usaha kuliner musiman. Kehadiran pedagang baru menambah semarak pasar sekaligus memperluas pilihan menu bagi konsumen, serta menunjukkan sektor kuliner menjadi salah satu penopang perputaran ekonomi lokal selama bulan puasa.
Pemerintah Kabupaten Fakfak disebut terus memberikan dukungan bagi pelaku UMKM dengan menyediakan ruang dan kesempatan berjualan, serta edukasi agar pelaku usaha menjaga kualitas produk dan kebersihan makanan demi mempertahankan kepercayaan konsumen. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, para pelaku usaha kuliner berharap penjualan terus meningkat hingga menjelang Lebaran.

