SEMARANG — Tren buka puasa bersama di hotel kian diminati, terutama oleh generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Quest Prime Pemuda Semarang menghadirkan program bertajuk “Ramadan Prime Kareem 2026” yang menggabungkan kuliner Nusantara, Western, hingga street food lokal dalam satu pengalaman berbuka puasa buffet.
Program ini berlangsung pada 21 Februari hingga 19 Maret 2026, setiap pukul 17.00–20.00 WIB di Toegoe Restaurant. Harga yang ditawarkan sebesar Rp148.000 nett per orang, dengan promo Buy 10 Free 1. Pihak hotel menyebut konsep tahun ini dibuat lebih variatif dibanding sebelumnya untuk menghadirkan momen kebersamaan Ramadan bagi keluarga, sahabat, maupun kolega.
General Manager Quest Prime Pemuda Semarang, Dian Permata, mengatakan inovasi menu menjadi fokus utama pada Ramadan tahun ini. “Berbeda dengan tahun lalu, Ramadan kali ini kami menghadirkan pilihan menu buka puasa yang lebih beragam. Dengan perpaduan hidangan khas Indonesia dan Western. Kami ingin memberikan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga mempererat kebersamaan di bulan suci,” ujarnya.
Salah satu daya tarik program ini adalah konsep fusion food lintas negara yang dipadukan dengan menu tradisional Indonesia. Chef de Partie Quest Prime, Bagus Aji, menjelaskan bahwa setiap stall menghadirkan variasi berbeda, mulai dari Japanese, Western, hingga Chinese food, sementara menu utama tetap didominasi cita rasa Nusantara.
“Kita banyak fusion, ada Japanese, Western, Chinese food jadi satu. Kalau main course lebih banyak masakan Indonesia. Kita juga hadirkan makanan yang biasa ada di pinggir jalan seperti es puter supaya cita rasa lokal yang melekat di Ramadan tetap terasa,” kata Bagus saat ditemui di Toegoe Restaurant pada Rabu, 25 Februari 2026.
Selain pilihan tersebut, tersedia pula menu premium seperti roasted lamb dan roasted beef yang disajikan bergantian setiap hari, serta aneka seafood seperti kerang. Rotasi menu ini disebut dirancang agar tamu tidak mudah bosan dan memiliki alasan untuk kembali menikmati iftar di Quest Prime Pemuda Semarang.
Menurut Bagus, kehadiran jajanan kaki lima dalam konsep hotel berbintang juga menghadirkan nilai emosional tersendiri, terutama bagi pengunjung lintas generasi yang ingin tetap merasakan cita rasa khas Ramadan.

