BERITA TERKINI
Pulung Agustanto: Intervensi Gizi Perlu Dimulai Sejak Kehamilan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pulung Agustanto: Intervensi Gizi Perlu Dimulai Sejak Kehamilan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, menegaskan pentingnya intervensi gizi sejak dini dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kediri. Ia menyebut MBG sebagai salah satu program unggulan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Pulung, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kecerdasan dan kualitas generasi muda melalui perbaikan asupan gizi yang terencana dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap gizi tidak dapat dilakukan secara instan.

Pulung mengatakan intervensi gizi perlu dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau dikenal sebagai periode emas pertumbuhan. Pada fase ini, perkembangan otak dan fisik anak berlangsung pesat sehingga kebutuhan gizi harus terpenuhi.

“Untuk mendukung program makan bergizi gratis ini, kami membutuhkan peran dari bapak dan ibu sekalian dalam membangun pola hidup sehat sejak usia dini,” ujar Pulung.

Ia juga menyoroti stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Stunting didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Karena itu, Pulung menilai MBG memiliki urgensi untuk membantu memastikan masa depan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan kompetitif.

“Urgensi program ini adalah untuk memastikan masa depan generasi muda yang lebih pintar dan kompetitif,” lanjutnya.

Sosialisasi tersebut menyasar masyarakat di wilayah Kediri, dengan harapan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang meningkat sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah. Pulung juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kolaborasi dengan relawan serta berbagai elemen masyarakat agar program-program pemerintah dapat berjalan optimal.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga ahli, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.