BERITA TERKINI
Puisi “Nasi Hangat di Piring Harian” Karya Dyah Susilowati Angkat Kehangatan Sarapan Sederhana

Puisi “Nasi Hangat di Piring Harian” Karya Dyah Susilowati Angkat Kehangatan Sarapan Sederhana

Penyair Dyah Susilowati menuliskan puisi berjudul Nasi Hangat di Piring Harian yang menggambarkan kehangatan rutinitas makan pagi melalui sepiring nasi hangat dan lauk sederhana. Puisi ini menyoroti pengalaman personal yang dekat dengan keseharian, sekaligus memaknai makanan sebagai ruang pulang dan rasa aman.

Dalam puisinya, Dyah menghadirkan gambaran nasi yang “mengepul” di piring sebagai “pelukan pertama dari rumah.” Ia menyebut lauk yang berganti—mulai dari tempe goreng hingga telur dadar—serta sambal yang digambarkan “tak pernah alpa menampar lidah.” Rangkaian detail tersebut membangun suasana akrab tentang sarapan rumahan yang sederhana namun berkesan.

Puisi itu juga menegaskan bahwa makanan baginya bukan sekadar pengisi perut. Dyah menuliskan nasi hangat sebagai “penenang hati” dan “penanda” bahwa dirinya masih dijaga, meski dunia “terus berubah rasa.”

Nasi Hangat di Piring Harian diberi penanda tempat dan waktu: Bogor, 8 November 2025. Dyah Susilowati, yang akrab disapa Kak Dy, disebut menetap di Bogor. Ia dikenal sebagai pencinta aksara dan memiliki akun Instagram @susikaskun, tempat ia membagikan karya dan aktivitas, termasuk puisi, tarian, serta potongan kehidupan sehari-hari.

Saat ini, Dyah juga tercatat sebagai murid Asqa Imagination School (AIS) Angkatan 63. Ruang belajar tersebut dipilihnya untuk memperdalam proses menulis sekaligus menyelami keindahan bahasa, termasuk memahami peran tanda baca dan pilihan diksi dalam membangun makna.