BERITA TERKINI
Promosi Kuliner Khas Bangka Belitung Dinilai Masih Kurang di Ajang UMKM

Promosi Kuliner Khas Bangka Belitung Dinilai Masih Kurang di Ajang UMKM

Pelestarian kuliner khas Bangka Belitung (Babel) dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Meski memiliki cita rasa yang mampu bersaing dengan kuliner dari luar daerah, promosi makanan lokal dalam berbagai ajang UMKM disebut masih minim.

Penilaian tersebut disampaikan Ryan, pendengar RRI Pro 4 Sungailiat, dalam acara Pemakan Nusantara edisi Jumat (17/4/2026). Ia menilai ragam kuliner Babel seperti Pantiau, Lakso, Kiping, Gangan, Lempah Kuning, hingga Pampi memiliki potensi besar, namun belum dikenal luas oleh masyarakat luar karena kurangnya fasilitas promosi.

Ryan juga menyayangkan kondisi ketika event UMKM justru lebih banyak menampilkan kuliner dari daerah lain maupun luar negeri. Ia mengingatkan agar penyelenggaraan kegiatan tidak semata berorientasi pada bisnis atau keuntungan, melainkan turut mengedepankan pelestarian kuliner khas Bangka Belitung.

“Jangan sampai setiap even UMKM hanya berorientasi bisnis atau keuntungan saja. Penyelenggara harus lebih selektif dan mengedepankan pelestarian kuliner khas Bangka Belitung agar tidak kalah saing dengan Kebab atau Pentol yang justru lebih sering dikedepankan,” kata Ryan.

Harapan serupa disampaikan Yanti, warga Sungailiat. Ia mendorong adanya terobosan dari pelaku UMKM agar kuliner lokal dapat tampil lebih modern dan menarik minat generasi muda.

Menurut Yanti, inovasi dapat dilakukan dari sisi tampilan, misalnya Pantiau yang dikembangkan dengan varian warna dari bahan alami. “Perlu ada inovasi dari sisi tampilan, misalnya Pantiau yang dikembangkan dengan varian warna dari bahan alami seperti tepung merah. Terobosan seperti ini penting agar kuliner kita terus berkembang dan dikenal lebih luas lagi,” ujarnya.