BERITA TERKINI
Festival Cap Go Meh 2026 Dibuka di Nabire, Libatkan Puluhan UMKM Kuliner

Festival Cap Go Meh 2026 Dibuka di Nabire, Libatkan Puluhan UMKM Kuliner

Festival Cap Go Meh 2026 resmi dibuka di Aula dan Lapangan Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Jumat, 17 Maret 2026. Kegiatan ini melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal sebagai bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Dandim, Dandrem, serta perwakilan perbankan. Masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga sore hari.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Nabire, Anthony Wijaya, mengatakan bahwa konsep festival tahun ini masih menitikberatkan pada pemberdayaan UMKM. Menurutnya, dukungan dari pihak provinsi diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan bagi masyarakat, khususnya terhadap perputaran ekonomi di Nabire dan Papua Tengah.

“Pada prinsipnya konsep kita tidak banyak berubah, masih menekankan ke pemberdayaan UMKM. Jadi kita melibatkan banyak UMKM kuliner untuk bergabung di event ini. Jadi yang membedakan tahun ini kita didukung oleh pihak-pihak provinsi. Sehingga kami berharap agar kegiatan ini impact-nya makin besar untuk masyarakat, buat perputaran ekonomi di Nabire dan Papua Tengah,” ujarnya.

Panitia memperpanjang durasi pelaksanaan festival menjadi tiga hari, berbeda dari tahun sebelumnya yang berlangsung dua hari. Selain bazar kuliner, rangkaian acara juga diisi berbagai lomba untuk anak-anak serta penampilan band dari sekolah-sekolah di Nabire.

Festival Cap Go Meh 2026 diikuti sekitar 80 pelaku UMKM. Sekitar 30 persen di antaranya merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang diberikan ruang untuk berjualan sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Salah satu pelaku UMKM, Noni Awek, yang menjual sinole—makanan tradisional berbahan dasar sagu—mengaku bersyukur atas kesempatan berjualan dalam festival tersebut. Ia menilai penyelenggara telah memberi ruang bagi pelaku usaha Papua untuk ikut bersaing dan memasarkan produk.

“Kalau dari saya senang, terus bersyukur juga karena dari Cap Go Meh ini mereka berikan wadah untuk kami orang Papua bisa berjualan di sini itu tidak gampang sebenarnya, karena kita harus bersaing dengan orang-orang luar juga, tapi dengan kegiatab begini mereka kasih tempat, kasih wadah yang gratis untuk kami,” ungkapnya.

Menurut Noni, kegiatan semacam ini membantu pelaku usaha lokal, terutama dalam memperkenalkan kuliner khas daerah kepada jangkauan masyarakat yang lebih luas.

Festival Cap Go Meh 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan turut meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Nabire dan sekitarnya.