Penataan pedagang di kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, mulai menunjukkan dampak positif setelah pembangunan pergola sebagai area berjualan. Desa Adat Kuta memastikan seluruh pedagang makanan dan minuman kini telah menempati pergola yang dibagi ke dalam lima zona, sehingga aktivitas usaha tidak lagi tersebar di sepanjang pesisir.
Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana mengatakan, sekitar 50 pedagang saat ini beroperasi di dalam pergola. Menurutnya, pengaturan tersebut dirancang untuk menciptakan kawasan pantai yang lebih tertib tanpa menghilangkan ruang usaha bagi masyarakat lokal.
“Pedagang makanan dan minuman itu sudah masuk semua ke pergola. Jadi sekarang lebih tertata dan rapi,” ujar Alit Ardana, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, sistem zonasi membuat aktivitas pedagang lebih tertib dan membantu wisatawan menikmati pantai dengan lebih nyaman. Pergola juga disebut menjadi titik singgah baru bagi pengunjung untuk bersantai sambil menikmati kuliner lokal dalam satu area terpusat.
“Tujuan kami menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Pantai Kuta, di mana pedagang tersentral di titik-titik yang sudah ditentukan,” katanya.
Penataan tersebut sebelumnya menelan anggaran sekitar Rp 500 juta yang bersumber dari dana Desa Adat Kuta. Pembangunan pergola dilakukan dengan memperhatikan unsur estetika agar selaras dengan citra Pantai Kuta sebagai destinasi wisata.
Meski sempat memunculkan pro dan kontra, terutama terkait penertiban pedagang, Alit Ardana menegaskan penataan ini tidak dimaksudkan untuk menghilangkan pedagang. Ia menyebut langkah tersebut justru bertujuan memberikan ruang usaha yang lebih tertib dan legal.
“Kami tidak menolkan pedagang. Karena masih banyak krama kami yang menggantungkan hidup di sana. Yang kami lakukan adalah menata supaya tidak liar,” tegasnya.
Untuk memperkuat pengelolaan, Desa Adat Kuta juga melakukan perekaman data pedagang sebagai dasar penerbitan kartu identitas. Langkah ini dilakukan agar seluruh pedagang terdata dan memiliki legalitas yang jelas.
Dengan kondisi yang lebih bersih, rapi, dan terorganisir, pergola Pantai Kuta diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi krama lokal.

