Program “Pergilah dan kamu akan sampai” menghadirkan perjalanan budaya dan kuliner lokal melalui format yang tidak direncanakan sebelumnya. Setiap episode berdurasi sekitar 50 menit dan mengikuti arahan penduduk setempat, membawa para peserta ke tempat-tempat yang akrab bagi warga namun relatif asing bagi wisatawan. Lokasi-lokasi yang dikunjungi disebut tidak tercantum dalam peta wisata dan umumnya hanya dikenal oleh masyarakat setempat.
Salah satu contoh ditampilkan dalam episode “Perjalanan Hanoi - Kebanggaan Abadi”. Dalam tayangan tersebut, sekelompok anak muda mengunjungi warung makan sederhana di sebuah gang kecil untuk menikmati bubur kacang hijau. Di sana, pemilik warung menceritakan kisah di balik hidangan tersebut yang menyimpan kenangan nostalgia.
Program ini menekankan bahwa perjalanan bukan sekadar singgah, melainkan rangkaian pengalaman yang terhubung dengan cerita dan gaya hidup masa lalu. Dalam kunjungan ke Bat Trang, misalnya, penonton diajak mengenal jamuan kerajaan dan sosok Ibu Pham Thi Hoa, koki tradisional dari desa Bat Trang. Ia tidak hanya memaparkan asal-usul jamuan, tetapi juga membimbing sekelompok seniman dalam menyiapkan hidangan tradisional yang merepresentasikan esensi masakan Vietnam—mulai dari pemilihan bahan, metode pengolahan, hingga makna budayanya.
Beberapa hidangan yang disebut antara lain sup bakso ikan, tumis kohlrabi dengan cumi-cumi, sup rebung dan cumi-cumi, lumpia burung dara, serta teh bunga pinang. Setiap menu digambarkan memiliki proses pembuatan yang rumit sekaligus menuntut ketelitian dalam memilih bahan dengan asal-usul yang dapat ditelusuri. Inti jamuan tersebut, yakni sup rebung dan cumi-cumi, menggunakan rebung dari Tuyen Quang, cumi-cumi dari Thanh Hoa, dan udang dari Nghe An. Melalui penuturan sang koki dan proses yang ditampilkan bersama kelompok seniman, penonton diperlihatkan upaya detail di balik penyajian jamuan. Pengetahuan kuliner Bat Trang juga disebut telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional.
Selain Bat Trang dan Hanoi, “Go and You'll Arrive” juga menawarkan ragam pengetahuan kuliner dan kerajinan tradisional dari berbagai wilayah. Di antaranya cara membedakan ubur-ubur merah dari Hai Phong dan Thanh Hoa, serta pengenalan hidangan kue ketan Thailand dengan telur semut. Telur semut hitam yang berasal dari gua-gua di wilayah Barat Laut disebut memiliki cita rasa yang khas.
Setiap pengalaman dalam program ini dikaitkan dengan tahapan perjalanan berikutnya, sehingga para seniman dan penonton memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai budaya dan gaya hidup lokal. Salah satu contoh ditunjukkan dalam proses membuat teh lotus, ketika kelompok seniman harus bangun pagi untuk memetik bunga lotus yang baru mulai mekar, masih basah oleh embun dan angin. Tahap ini digambarkan sebagai salah satu bagian paling indah dari pembuatan teh di wilayah Quang An dan Tay Ho.
Melalui rangkaian eksplorasi yang dimulai dari perjalanan para seniman, program ini menghadirkan sudut pandang tentang budaya dan kehidupan masyarakat di setiap daerah yang dikunjungi, sekaligus mengajak penonton memahami cerita di balik kuliner dan tradisi setempat.

