BERITA TERKINI
Program Makanan Bergizi Gratis di Wakatobi Berjalan Lima Hari, Porsi dan Anggaran Disesuaikan Jenjang Sekolah

Program Makanan Bergizi Gratis di Wakatobi Berjalan Lima Hari, Porsi dan Anggaran Disesuaikan Jenjang Sekolah

Program makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, telah berjalan selama lima hari sejak dimulai pada awal pekan ini. Program tersebut menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA), dengan menu yang berganti setiap hari.

Pelaksanaan MBG dipusatkan di dapur MBG yang beralamat di Kelurahan Wandoka Selatan. Ketua SPPG Wakatobi, Rajuli, mengatakan dapur yang saat ini tersedia melayani kebutuhan makanan bergizi untuk 14 sekolah di sekitar Kecamatan Wangi-Wangi.

“Dapur ini menangani 2 TK, 8 SD, 3 SMP, dan 1 SMA. Semua berada dalam radius jangkauan maksimal enam kilometer, dengan distribusi dilakukan dalam waktu tempuh sekitar 20 menit per titik,” ujar Rajuli saat ditemui Jumat (23/5/2025).

Rajuli menambahkan, sekolah-sekolah di Kecamatan Wangsel belum menerima distribusi MBG karena belum tersedia dapur yang aktif di wilayah tersebut. Menurutnya, saat ini masih dilakukan pelatihan sebagai bagian dari persiapan sebelum program diperluas.

“Sekolah- sekolah Kecamatan Wangsel, saat ini belum ada sebab dapur kami baru ada 1, untuk Wangsel sementara pelatihan usai lalui tahap pendaftaran,” sambungnya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi dan kualitas makanan, pengelola bekerja sama dengan suplier lokal agar kebutuhan dapur dapat dipenuhi tepat waktu sesuai jumlah siswa di masing-masing sekolah. Rajuli juga menyebut distribusi didampingi pihak kepolisian selama pelaksanaan dari Senin hingga Jumat.

“Alhamdulillah lancar karena kami didampingi pihak kepolisian saat distribusi dari hari Senin sampai Jumat, dengan menu berbeda tiap harinya agar siswa tidak bosan,” kata Rajuli.

Terkait anggaran porsi makanan, pemerintah menetapkan besaran yang berbeda untuk tiap jenjang. Rajuli merinci, porsi siswa TK hingga SMP memiliki anggaran antara Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per siswa, sedangkan untuk siswa SMA sebesar Rp 10.000 per siswa.

Dalam peninjauan di sejumlah sekolah penerima MBG, porsi makanan yang disalurkan ditemukan hampir seragam dari sisi jumlah dan jenis menu. Salah satunya disampaikan Hasnawati, guru SMP Negeri 1 Mandati 2, yang menyebut menu berganti setiap hari selama lima hari pelaksanaan.

“Hari pertama ada pendamping lauk ayam, hari kedua dan ketiga hampir sama yaitu telur orak-arik dan telur goreng. Hari keempat ikan, dan hari ini ayam lagi. Kami dapat porsi sebanyak 552 sesuai jumlah siswa,” ujar Hasnawati.