BERITA TERKINI
Program Makan Bergizi Gratis Prioritaskan Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui untuk Perkuat Gizi 1.000 HPK

Program Makan Bergizi Gratis Prioritaskan Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui untuk Perkuat Gizi 1.000 HPK

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan kelompok rentan yang dikenal sebagai 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kebijakan ini dipandang strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mencegah stunting sejak awal kehidupan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan, kelompok 3B menjadi sasaran utama ketika dapur layanan MBG mulai beroperasi di suatu wilayah.

“Ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ini yang diutamakan,” ujar Sony.

Menurut Sony, fokus pada kelompok 3B berkaitan langsung dengan periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), masa krusial yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak pada masa mendatang. Ia menyebut MBG tidak hanya bertujuan menyediakan makanan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Sony juga menjelaskan, konsep MBG di Indonesia dikembangkan dengan pendekatan yang disebutnya memiliki keunggulan dibanding program makan gratis di banyak negara lain. Jika di sejumlah negara program serupa umumnya menyasar siswa sekolah, Indonesia mengembangkan konsep “school meal plus” dengan tetap mengutamakan kelompok rentan di masyarakat.

Upaya memperluas jangkauan MBG bagi kelompok 3B turut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menggandeng Tim Penggerak PKK untuk mendukung distribusi dan edukasi kepada keluarga sasaran di berbagai daerah.

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, salah satu program strategis Presiden yang diamanahkan kepada Kemendukbangga/BKKBN adalah pendistribusian dan edukasi MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Ia menambahkan, mayoritas Tim Pendamping Keluarga (TPK) berasal dari pengurus PKK di desa-desa, sehingga kolaborasi ini diharapkan memperkuat upaya edukasi.

“Salah satu program strategis Presiden yang diamanahkan kepada Kemendukbangga/BKKBN adalah pendistribusian dan edukasi MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Mayoritas Tim Pendamping Keluarga (TPK) kita berasal dari pengurus PKK di desa-desa, sehingga ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi untuk bersama-sama melakukan edukasi,” kata Wihaji.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting karena jaringan kader PKK dan posyandu memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, terutama keluarga dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan dukungan itu, distribusi makanan bergizi sekaligus edukasi gizi diharapkan berjalan lebih efektif.

Program MBG untuk kelompok 3B juga dirancang dengan menu yang memenuhi standar gizi seimbang. Paket yang diberikan mencakup makanan siap santap maupun paket sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selain meningkatkan asupan gizi, MBG bagi kelompok 3B menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan angka stunting. Pemerintah menilai intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga anak usia balita berperan penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Dengan pendekatan yang menyasar kelompok paling rentan, program MBG diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang sekaligus memperkuat fondasi kesehatan generasi mendatang. Dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kader kesehatan, hingga masyarakat, dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini.