Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digulirkan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 10 Desember 2025. Penyaluran berlangsung sejak pukul 08.30 WITA hingga 13.00 WITA dan menjangkau sejumlah kecamatan melalui sembilan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
MBG dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditugaskan untuk memimpin pelaksanaan layanan gizi secara merata dan terukur. Di Sikka, program ini disalurkan melalui sistem berjenjang dengan memanfaatkan dapur-dapur SPPG yang tersebar di beberapa wilayah.
Sasaran penyaluran MBG mencakup dua kelompok penerima manfaat, yakni peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan serta penerima layanan Posyandu, meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menu yang dibagikan berupa makanan basah terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, serta buah segar.
Pada hari pelaksanaan, total 27.760 penerima manfaat menerima layanan MBG. Seluruh dapur SPPG disebut memastikan proses memasak, pendistribusian, hingga penerimaan makanan berjalan lancar, higienis, dan tepat sasaran.
Di Kecamatan Alok, penyaluran dilakukan oleh Dapur SPPG Yayasan Inang Anselmia Constantia (Dapur Sehat Waerumbia) yang berlokasi di Kilo Dua, Kelurahan Kota Uneng, dengan total 3.445 penerima manfaat dari jenjang TK hingga SMA/SMK serta Posyandu Warumbia. Masih di Kecamatan Alok, Dapur SPPG Alok Kota Uneng II yang dikelola Yayasan Makmur Sejahtera Indonesia berlokasi di Jalan Balitbang, Kelurahan Kota Uneng, menyalurkan makanan kepada 3.089 penerima manfaat, mencakup peserta didik PAUD hingga SMA serta tiga Posyandu.
Di Kecamatan Alok Timur, Dapur SPPG Yayasan Kangae Mangun Puan di Kelurahan Waioti menyalurkan kepada 3.445 penerima manfaat yang tersebar di 17 sekolah serta dua Posyandu. Sementara itu, Dapur SPPG Yayasan Peduli Nian Tana Flores di Kelurahan Nangameting menyalurkan kepada 3.248 penerima manfaat untuk jenjang SMP, SMA, serta dua Posyandu.
Di Kecamatan Lela, Dapur SPPG Yayasan Lacaza Peduli Kasih yang berlokasi di Desa Lela menyalurkan 2.388 paket kepada penerima manfaat dari PAUD, TK, SD, SMP, SMK, serta layanan Pos PAUD.
Di Kecamatan Alok Barat, Dapur SPPG Wailiti yang dikelola Yayasan Peduli Nian Tana Flores dan berlokasi di Kelurahan Wailiti menyalurkan kepada 3.153 penerima manfaat dari jenjang PAUD hingga SMK serta Posyandu Waidoko I.
Di Kecamatan Kangae, Dapur SPPG Kangae yang dikelola Yayasan Beatrix Peduli Anak di Desa Tana Duen menyalurkan 3.036 paket untuk penerima manfaat dari PAUD hingga SMA serta tujuh Posyandu.
Di Kecamatan Kewapante, Dapur SPPG Waiara yang dikelola Yayasan Sosial Pembangunan Masyarakat (Yaspem) dan berlokasi di Desa Waiara menyalurkan kepada 2.835 penerima manfaat, termasuk 33 satuan pendidikan dan beberapa Pos PAUD.
Di Kecamatan Nita, Dapur SPPG Nita yang dikelola Yayasan Iwan Leo dan berlokasi di Dusun Tour Orin Bao menyalurkan 2.345 paket untuk penerima manfaat dari PAUD hingga SMA serta Posyandu.
Berdasarkan catatan pelaksanaan tahap ini, total penerima manfaat MBG di Kabupaten Sikka mencapai 27.760 orang. Penyaluran disebut dilakukan bertahap dan akan terus ditingkatkan sesuai rekomendasi Badan Gizi Nasional, dengan kewajiban setiap dapur SPPG memastikan standar kebersihan, kualitas gizi, serta ketepatan waktu pendistribusian.
Secara umum, penyaluran MBG di Kabupaten Sikka dilaporkan berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran, sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh peserta didik serta masyarakat penerima layanan Posyandu.

