BERITA TERKINI
Produk Olahan Dak Lak Tampil di MIFB 2026, Bidik Peluang Pasar Halal Malaysia

Produk Olahan Dak Lak Tampil di MIFB 2026, Bidik Peluang Pasar Halal Malaysia

Delegasi bisnis dari Provinsi Dak Lak, Vietnam, memamerkan produk pertanian olahan khas daerahnya dalam Pameran Dagang Makanan dan Minuman Internasional Malaysia (MIFB) 2026 yang berlangsung pada 15–17 Juli di Pusat Konvensi Kuala Lumpur. Kehadiran delegasi yang dipimpin Departemen Perindustrian dan Perdagangan itu menarik perhatian pengunjung dan pelaku usaha, sekaligus membuka peluang untuk masuk ke pasar Halal Malaysia.

MIFB 2026 mengusung tema “Makanan dan Minuman Siap untuk Masa Depan: Mendorong Gelombang Berikutnya.” Pameran ini diikuti lebih dari 520 peserta dari lebih 85 negara dan diposisikan sebagai platform perdagangan bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk bertukar gagasan, membangun kemitraan, serta mengeksplorasi inovasi di ekosistem pangan Asia Tenggara.

Wakil Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia Chan Foong Hin menyoroti pentingnya ketahanan rantai pasokan dan inovasi perdagangan di tengah tantangan global. Ia berharap pameran ini dapat mendukung transformasi industri, mendorong penerapan ide inovatif dalam skala besar, meningkatkan nilai tambah, mempercepat adopsi teknologi, serta membantu bisnis lokal bersaing di pasar regional dan global.

Dengan area pameran lebih dari 15.000 meter persegi, MIFB 2026 diperkirakan menarik lebih dari 13.000 pengunjung profesional, mulai dari pemilik restoran dan hotel hingga importir serta peritel besar. Stan Vietnam juga disebut ramai dikunjungi pelaku usaha dan masyarakat Malaysia yang ingin mengenal produk khas dari kawasan Dataran Tinggi Tengah Vietnam.

Wakil Direktur Departemen Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Dak Lak, Mai Manh Toan, menyatakan partisipasi dalam pameran internasional ini sebagai langkah strategis untuk memanfaatkan potensi pasar Halal yang dinilainya bernilai hingga 190 miliar dolar AS. Ia mengatakan Dak Lak memperkenalkan produk-produk yang telah mengantongi sertifikasi OCOP dan Halal serta diklaim memenuhi standar ketat internasional, dengan komoditas utama antara lain minuman berbasis kopi, kakao, mentega, serta aneka produk olahan dari buah-buahan khas.

Dalam katalog produk yang ditampilkan, kopi Robusta Dak Lak menjadi salah satu sorotan. Direktur Vietnam Chocolate Factory Joint Stock Company, Hoang Danh Huu, menilai Malaysia sebagai pasar yang relatif muda dengan daya beli tinggi dan pertumbuhan konsumsi yang kuat. Ia menyebut ekspansi ke Malaysia dapat membantu pelaku usaha Dak Lak mendiversifikasi pasar selain tujuan tradisional seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan. Meski mengakui adanya persyaratan ketat di Malaysia, ia menyatakan produsen Dak Lak tetap percaya diri berkat sertifikasi Halal internasional dan kesamaan preferensi konsumen di Asia Tenggara.

Respons pengunjung juga menjadi indikator penerimaan pasar. Vetha Subramaniam, perwakilan sebuah bisnis Malaysia, mengaku terkesan dengan tekstur kopi Vietnam yang kaya dan kuat, serta menyebut banyak warga Malaysia kini menyukai karakter rasa tersebut. Ia menilai produk Vietnam berpeluang menarik pelanggan lokal, seraya menambahkan bahwa tren yang menekankan kesehatan dan produk alami dinilai sejalan dengan arah pengembangan barang dari Vietnam.

Pandangan serupa disampaikan Brecken Yong, warga Malaysia yang mengaku menyukai masakan Vietnam. Ia menilai kopi Vietnam berpotensi tumbuh kuat di Malaysia karena memiliki rasa yang kaya dan khas. Menurutnya, bukan hanya kopi, makanan dan buah-buahan Vietnam juga meninggalkan kesan dari sisi kualitas dan keragaman.

Selain pameran produk, MIFB 2026 turut menawarkan program jejaring pelanggan langsung serta berbagi pengetahuan mengenai kecerdasan buatan, otomatisasi, dan strategi ekspor. Agenda tersebut juga dimanfaatkan untuk membaca tren makanan siap saji dan siap minum yang disebut berkembang pesat.

Dengan karakter tanah yang disebut membentuk cita rasa khas, serta strategi penguatan sertifikasi internasional, produk-produk Dak Lak dinilai memiliki peluang untuk memperluas akses tidak hanya ke Malaysia, tetapi juga ke pasar Halal di tingkat regional dan internasional.