BERITA TERKINI
Prediksi Tren Diet 2026: Serat Diperkirakan Naik Daun, Pola Makan Lebih Realistis

Prediksi Tren Diet 2026: Serat Diperkirakan Naik Daun, Pola Makan Lebih Realistis

Tren diet pada 2025 dinilai banyak berfokus pada pola yang terlalu ketat dan penuh aturan. Memasuki 2026, para ahli nutrisi memprediksi akan terjadi pergeseran ke arah pendekatan yang lebih santai, menekankan pola makan sehat yang mudah dijalani, minim tekanan, dan lebih realistis untuk kehidupan sehari-hari.

Sejumlah ahli gizi merangkum beberapa tren gaya hidup sehat yang diperkirakan menguat sepanjang 2026, mulai dari meningkatnya perhatian pada serat hingga perubahan cara orang memantau asupan makan.

1. Serat diprediksi menggeser popularitas protein
Setelah beberapa tahun protein menjadi sorotan, fokus perhatian diperkirakan beralih ke serat. Ahli nutrisi Dietitian UK, Priya Tew, menilai kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pencernaan semakin meningkat. Serat berperan sebagai prebiotik yang memberi makan bakteri baik di usus. Penelitian dalam jurnal The Lancet juga disebut menunjukkan konsumsi serat tinggi dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga kanker. Perubahan kecil seperti menambahkan biji chia ke dalam oat atau mengganti nasi putih dengan kacang-kacangan disebut dapat menjadi langkah awal.

2. Gaya hidup tanpa alkohol makin populer
Tren hidup tanpa alkohol diperkirakan kian berkembang. Ahli gizi bersertifikat, Amanda Ursell, mencatat menurunnya fenomena sober shaming, yakni stigma negatif terhadap orang yang memilih tidak mengonsumsi alkohol di negara-negara Barat. Industri minuman juga disebut mulai beradaptasi dengan menghadirkan pilihan minuman non-alkohol dengan rasa lebih beragam dan berkualitas. Di Inggris, hampir 60 persen Gen Z mengaku tidak mengonsumsi alkohol dalam setahun terakhir. Mengurangi alkohol dikaitkan dengan tidur yang lebih nyenyak, serta dampak pada penurunan tekanan darah dan lingkar pinggang.

3. Sayuran hijau untuk perhatian pada kesehatan prostat
Perhatian terhadap kesehatan pria, khususnya prostat, diprediksi meningkat. Terapis nutrisi Ian Marber menekankan manfaat sayuran seperti brokoli, kubis, dan kembang kol. Sayuran ini mengandung senyawa alami yang diyakini dapat menghambat perkembangan sel kanker pada tahap awal. Cara pengolahan sederhana seperti dikukus disebut membantu menjaga nutrisinya.

4. Mulai meninggalkan aplikasi penghitung kalori
Pada 2026, masyarakat diperkirakan mengurangi ketergantungan pada aplikasi penghitung kalori. Ahli diet Jennifer Low menilai penggunaan aplikasi semacam itu kerap memicu kecemasan berlebih. Sebagai alternatif, pendekatan interoception—kemampuan mengenali sinyal lapar dan kenyang dari tubuh—diperkirakan lebih diutamakan. Dengan makan lebih perlahan dan penuh kesadaran, seseorang dinilai dapat membuat pilihan yang lebih sehat tanpa terobsesi pada angka.

5. Kacang-kacangan diprediksi jadi favorit
Kacang-kacangan diperkirakan menjadi sumber protein favorit pada 2026. Selain lebih terjangkau di tengah tekanan ekonomi, kacang juga disebut ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan usus. Kepala klinis Oviva, Lucy Jones, menyebut konsumsi sekitar 50 gram kacang per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini hingga enam persen. Untuk mengurangi risiko perut kembung, kacang kalengan disarankan dibilas sebelum dimasak.

6. Fokus pada makanan kaya nutrisi
Para ahli juga menyoroti pentingnya pola makan padat nutrisi, termasuk pada orang yang diresepkan obat penurun berat badan. Ahli nutrisi Bridget Benelam dari British Nutrition Foundation menyebut tren tahun depan diprediksi mengarah pada upaya agar penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga diiringi konsumsi makanan yang kaya nutrisi. Menurutnya, menjadikan makanan padat nutrisi sebagai landasan diet membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, tidak semata mengejar penurunan berat badan.

Makanan padat nutrisi yang dimaksud mencakup kombinasi karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah. Contoh yang disebut antara lain protein tanpa lemak seperti ayam, kacang-kacangan, ikan dan makanan laut, atau tahu yang menyediakan mikronutrien seperti selenium, seng, dan yodium; biji-bijian utuh sebagai sumber serat, vitamin B, dan zat besi; produk olahan susu yang mengandung kalsium, yodium, dan vitamin B12; serta sayuran berdaun hijau yang menyediakan folat, vitamin C, dan vitamin A.

7. Kembali ke produk nabati yang lebih alami
Tren pola makan nabati diperkirakan tetap berlanjut, tetapi dengan pendekatan yang lebih selektif. Konsumen disebut mulai meninggalkan daging nabati ultra-olahan dan beralih ke sumber protein nabati yang lebih alami seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ahli gizi Juliette Kellow mengingatkan pentingnya membaca label makanan secara cermat, tidak hanya melihat jumlah bahan, tetapi juga kandungan garam dan lemak jenuh. Ia juga mencontohkan bahwa beberapa produk seperti susu kedelai dapat memiliki banyak bahan karena fortifikasi vitamin yang memang dibutuhkan tubuh.

Secara umum, rangkaian prediksi ini menggambarkan perubahan arah diet pada 2026: dari pola yang ketat menuju kebiasaan makan yang lebih berkelanjutan, menyeimbangkan kesehatan, kenyamanan, dan kebutuhan sehari-hari.