BERITA TERKINI
Prediksi Tren Diet 2026: dari Metabolic Eating hingga Pola Makan untuk Penuaan Sehat

Prediksi Tren Diet 2026: dari Metabolic Eating hingga Pola Makan untuk Penuaan Sehat

JAKARTA — Menjalani pola hidup sehat bisa menjadi salah satu resolusi pada 2026. Sejumlah metode diet diperkirakan akan menjadi tren, tidak hanya untuk membantu menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kebugaran tubuh.

Dikutip dari Eating Well pada Rabu, 24 Desember 2025, nutrisi disebut tetap menjadi prioritas utama yang dicari masyarakat dalam makanan pada tahun depan. Sejalan dengan itu, beberapa metode diet yang menekankan aspek nutrisi diprediksi semakin diminati.

1. Metabolic eating

Metabolic eating diperkirakan menjadi salah satu diet populer pada 2026. Pola ini menekankan konsumsi makanan kaya nutrisi untuk membantu mengoptimalkan metabolisme tubuh.

Fokusnya tidak semata pada penurunan berat badan. Metode ini juga menempatkan makanan sebagai cara untuk mendukung usia biologis dan memaksimalkan energi tubuh.

2. Fiber maxing

Serat yang berperan penting bagi pencernaan turut menjadi perhatian dalam tren pola hidup sehat. Karena itu, metode fiber maxing diperkirakan semakin populer.

Fiber maxing adalah pola makan yang bertujuan memaksimalkan asupan serat harian dengan menambahkan makanan tinggi serat pada setiap hidangan, seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

3. Mindful eating

Diet tidak selalu berarti menghindari makanan favorit. Melalui mindful eating atau makan dengan sadar, seseorang tetap bisa menikmati makanan yang disukai dengan porsi yang terkendali.

Mindful eating menekankan pengaturan porsi agar tidak berlebihan sehingga asupan kalori tetap terjaga. Menu yang dikonsumsi juga disebut mudah dibuat dan praktis.

4. Diet untuk penuaan sehat

Tren berikutnya lebih spesifik, yakni diet yang menargetkan penuaan sehat, terutama terkait kesehatan otak. Pola makan ini diarahkan agar makanan yang dikonsumsi memiliki fungsi pencegahan terhadap demensia dan Alzheimer.

Beberapa pilihan yang disebut kaya nutrisi pendukung otak antara lain ikan berlemak (omega-3), buah beri, sayuran hijau, telur, dan cokelat hitam. Selain pengaturan makan, metode ini juga dibarengi gaya hidup aktif, seperti berolahraga, menekuni hobi baru, dan bersosialisasi.