BERITA TERKINI
Praktisi Kuliner di Tangerang: Usaha Kaki Lima Bisa Untung Meski Modal Terbatas

Praktisi Kuliner di Tangerang: Usaha Kaki Lima Bisa Untung Meski Modal Terbatas

KOTA TANGERANG — Memulai usaha kuliner tidak selalu membutuhkan modal besar. Pemilihan produk yang tepat dan riset pasar dinilai menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya di Kota Tangerang, tetap dapat meraih keuntungan meski dengan keterbatasan biaya.

Hal itu disampaikan Ditha Cahyarani, praktisi sekaligus guru jurusan Kuliner SMKN 3 Kota Tangerang. Ia menilai pasar kuliner saat ini banyak didominasi segmen anak muda yang cenderung konsumtif dan gemar mencoba jajanan kekinian.

“Kalau saya melihat sekarang viralnya itu di pasarnya adalah anak-anak remaja yang memang daya belinya lebih konsumtif. Mereka suka nongkrong sambil jajan,” ujar Ditha di Tangerang, Kamis, 16 Juli 2026.

Ditha menyarankan calon pelaku usaha mikro membidik makanan yang populer di kalangan remaja, termasuk jajanan kaki lima dengan variasi rasa. Sejumlah contoh yang ia sebut antara lain sempol, cireng, corndog, hingga inovasi roti manis.

Menurutnya, keberhasilan usaha bermodal kecil banyak ditentukan oleh kreativitas dalam mengolah bahan baku yang minimalis namun mampu menghasilkan produk dalam jumlah banyak.

“Dengan bahan yang minimalis, mereka bisa menghasilkan produk dalam jumlah banyak. Jadi ada keuntungan pastinya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membaca selera pasar di sekitar lokasi berjualan. Makanan yang ditawarkan, lanjutnya, perlu menggugah selera dan memiliki daya tarik agar mampu bersaing.

Strategi tersebut diharapkan dapat memotivasi warga Kota Tangerang, termasuk yang tidak mengikuti pelatihan formal, untuk memulai wirausaha secara mandiri dengan langkah yang lebih terukur dan efisien.