Pemenuhan gizi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Pada masa balita yang kerap disebut sebagai periode emas pertumbuhan, asupan gizi seimbang dinilai berperan dalam mencegah stunting atau gagal tumbuh.
Di Dusun Ngledok, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, warga menggelar kegiatan pemenuhan gizi bagi balita melalui pos gizi. Program ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 7 hingga 14 Desember 2025, dan diikuti sembilan balita yang berdasarkan hasil pemantauan menunjukkan pertumbuhan di bawah standar.
Kegiatan dipusatkan di Dusun Ngledok dan dipandu Ketua Kader Posyandu setempat, Budi Utami. Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Kepala Desa Girikerto Slamet Riyadi, bidan desa, ahli gizi, serta tim kesehatan dari Puskesmas Sine yang melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak.
Dalam pelaksanaan pos gizi, para balita memperoleh tambahan makanan berupa menu bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan.
“Balita mendapatkan tambahan berupa menu bergizi seimbang, mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin hingga mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang,” kata Slamet Riyadi.
Slamet juga menyampaikan apresiasi kepada tim kesehatan Puskesmas Sine dan ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang telah memberikan arahan serta pelatihan kepada para kader Posyandu Dusun Ngledok.
Selain pemberian makanan tambahan, kegiatan diisi edukasi kesehatan bagi orang tua balita. Materi yang diberikan meliputi cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun, permainan edukatif bagi anak, serta pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala.
Ketua Kader Posyandu Dusun Ngledok, Budi Utami, menyatakan kegiatan pos gizi tersebut bermanfaat bagi balita di Desa Girikerto dalam membantu pemenuhan gizi yang seimbang.

