JAKARTA — Menjelang bulan suci Ramadhan, PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN) menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pelatihan dan pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha lokal bersiap menghadapi peningkatan aktivitas ekonomi yang umumnya terjadi selama Ramadhan.
Pelatihan yang digelar pada Rabu, 4 Februari, mengusung tema Perempuan Berdaya dan diikuti puluhan perempuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Komunitas Mekaar. Program tersebut dirancang untuk memperkuat peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 20 perempuan yang aktif menjalankan usaha mikro mendapat kesempatan mengikuti pelatihan serta menerima dukungan peralatan usaha. Peserta berasal dari berbagai usaha rumahan, terutama sektor kuliner seperti produksi makanan ringan, roti, minuman olahan, dan layanan katering—bidang yang dinilai memiliki potensi peningkatan permintaan selama Ramadhan.
PLN MCTN menyatakan pelatihan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha perempuan lebih siap menghadapi lonjakan permintaan pasar, sekaligus meningkatkan keterampilan produksi dan pengelolaan usaha secara lebih profesional. Program juga dilaksanakan dengan melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai mitra kolaborasi untuk memperluas jangkauan dan dampak kegiatan di wilayah Bengkalis.
Selain pelatihan, PLN MCTN menyalurkan bantuan peralatan produksi kuliner modern, antara lain mixer, oven, kompor, dan mesin sealer. Dukungan alat tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki efisiensi kerja, serta menjaga konsistensi hasil produksi, mengingat sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan peralatan sederhana yang kerap membatasi jumlah produksi dan memengaruhi kualitas.
Materi pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga mencakup manajemen usaha sederhana, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran. Peserta turut mendapatkan pembekalan teknis penggunaan peralatan yang diberikan, serta penekanan pada kebersihan dan higienitas produksi sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas produk makanan.
Assistant Manager General Affair Teknologi Informasi dan Logistik PLN MCTN, Roby Ulung Saputra, yang hadir mewakili manajemen perusahaan, menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan. Ia menilai perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga melalui usaha mikro dan usaha rumahan.
Roby juga menjelaskan program Perempuan Berdaya merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PLN MCTN dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat. Program serupa disebut telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan dinilai memberikan dampak positif bagi pelaku usaha perempuan.
Pelaksanaan program ini turut dikaitkan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pilar kelima tentang kesetaraan gender dan pilar kedelapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Melalui peningkatan kapasitas UMKM perempuan, PLN MCTN berharap tercipta peluang ekonomi yang lebih inklusif dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di tingkat lokal.
Di Bengkalis, kegiatan pelatihan dan penyaluran bantuan peralatan tersebut juga melibatkan kelompok masyarakat sekitar. Selama pelaksanaan, sesi diskusi dan praktik penggunaan peralatan produksi berlangsung aktif sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing produk kuliner lokal.

