Natuna, Kepulauan Riau — Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan memfasilitasi Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji yang diselenggarakan Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Serasan pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya di sektor pengolahan makanan.
Pelatihan diikuti puluhan peserta yang terdiri atas pelaku usaha kuliner, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum yang berminat pada usaha makanan siap saji. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip kebersihan, sanitasi, dan standar keamanan pangan yang perlu diterapkan mulai dari proses produksi hingga penyajian.
Kepala PLBN Serasan, Wendriady, mengatakan fasilitasi kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen PLBN untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan perbatasan. Ia menekankan PLBN tidak hanya berfungsi sebagai gerbang keluar masuk orang dan barang, tetapi juga diharapkan menjadi ruang publik yang produktif dan inklusif.
“PLBN Serasan kami dorong untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat. Pelatihan keamanan pangan ini sangat relevan karena menyentuh kebutuhan dasar, sekaligus mendukung peningkatan kualitas usaha kuliner lokal,” ujar Wendriady.
Menurutnya, peningkatan pemahaman tentang keamanan pangan menjadi kunci agar produk makanan siap saji yang dihasilkan masyarakat Serasan lebih higienis, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai tambah. Wendriady juga berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong daya saing produk pangan lokal hingga tingkat nasional.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik langsung. Peserta mempelajari pengolahan makanan yang higienis, cara penyimpanan bahan baku yang tepat, serta teknik penyajian yang aman dan menarik. Metode praktik dinilai membantu peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Salah satu peserta, Hairunnisa, warga Serasan, menyebut pelatihan memberinya pemahaman baru yang sebelumnya belum ia ketahui. “Selama ini kami memasak berdasarkan kebiasaan. Dari pelatihan ini, saya jadi lebih paham pentingnya kebersihan alat, penyimpanan bahan, dan menjaga makanan tetap aman untuk dikonsumsi,” tuturnya.
Muhammad Khalid, pelaku usaha makanan ringan di Serasan, menilai pelatihan keamanan pangan penting untuk keberlanjutan usahanya. “Dengan memahami standar keamanan pangan, usaha kami bisa lebih dipercaya konsumen dan berkembang ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, SPPG Serasan menyampaikan pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang pengolahan makanan siap saji. Dukungan fasilitas dari PLBN Serasan disebut membuat pelaksanaan kegiatan berjalan lebih optimal.
Ke depan, PLBN Serasan yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, kawasan perbatasan diharapkan tidak hanya menjadi beranda negara, tetapi juga pusat tumbuhnya sumber daya manusia dan usaha lokal yang berkualitas serta berdaya saing.

