Majene, Sulawesi Barat—Setiap pagi di sekitar SDN No. 50 Konja, aroma gurih Jepa dan Bau Tapa menjadi penanda hadirnya Ibu Hanipa (60), seorang lansia yang tetap setia menjajakan kuliner khas Mandar untuk menyambung hidup. Di balik dagangannya yang digemari, Ibu Hanipa menjalani hari-hari di tengah kondisi rumah yang disebut kian memprihatinkan.
Warga setempat mengenal Ibu Hanipa sebagai sosok pekerja keras. Ia rutin menyiapkan beragam kudapan tradisional yang menarik perhatian pembeli, termasuk para tenaga pendidik di wilayah tersebut.
Kepala Sekolah SDN No. 50 Konja, Arifuddin, S.Pd., mengaku menjadi salah satu pelanggan tetap Ibu Hanipa. Ia mengatakan hampir setiap pagi menyempatkan diri membeli dagangan Ibu Hanipa sebelum memulai aktivitas di sekolah.
“Saya adalah pelanggan tetap beliau. Setiap pagi saya membeli dagangannya. Harus diakui, kue dan makanan khas Mandar seperti Jepa dan Bau Tapa buatan Ibu Hanipa ini sangat enak dan lezat. Bukan hanya saya, guru-guru di sekolah kami juga sering sekali berbelanja di sana,” ujar Arifuddin saat ditemui pada Kamis (16/04/2026).
Namun, di balik kelezatan makanan yang ia sajikan, Ibu Hanipa menyimpan persoalan yang lebih berat. Ia disebut tinggal di rumah yang kondisinya sudah sangat reot dan tidak layak huni. Dinding yang mulai lapuk dan atap yang bocor menjadi bagian dari kesehariannya. Dalam rumah tersebut, Ibu Hanipa juga disebut tinggal bersama Ibu Hapsa (67).
Di usia senja, Ibu Hanipa berharap ada perhatian dari pemerintah, baik tingkat desa maupun kabupaten, untuk melihat langsung kondisinya dan membantu renovasi rumah. “Saya hanya berharap pemerintah bisa datang berkunjung, melihat keadaan rumah saya ini. Saya ingin mendapatkan perhatian yang layak di masa tua saya,” ungkapnya.

