Menjadi seorang chef bukanlah sebuah perjalanan yang mudah dan instan. Hal ini diungkapkan oleh Chef Degan Septoadji yang membagikan pengalamannya meniti karier dari awal hingga mencapai posisi saat ini.
Chef Degan menjelaskan bahwa pada awal pendidikan kuliner, dirinya menghadapi banyak kesulitan, terutama dalam hal mental. Ia harus menerima proses pembentukan mental yang keras agar dapat bertahan di lingkungan kerja yang penuh tekanan. "Disiplin yang tinggi dan tekanan pekerjaan tiada henti menuntut seorang remaja atau calon chef untuk siap mental memulai karier di dapur," ujar Degan.
Menurut mantan juri ajang MasterChef Indonesia ini, mental tahan banting dan semangat pantang menyerah sangat penting dimiliki oleh mereka yang ingin menekuni profesi koki. Jam kerja yang panjang dan tidak menentu, termasuk saat hari libur besar, menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, seorang chef perlu memiliki keinginan terus belajar hal baru dalam dunia kuliner.
Di samping tantangan, profesi koki juga menawarkan pengalaman menarik, seperti menemukan bahan makanan baru dan merasakan sensasi berbeda saat mengolah berbagai bahan. Chef Degan juga menyebutkan kebanggaan lain yang bisa didapatkan, seperti bertemu dengan tokoh-tokoh terkenal dunia dan tampil di televisi. Namun, ia menegaskan bahwa tampil di media sebaiknya tidak dijadikan tujuan utama menjadi chef, melainkan sebagai bonus dari kerja keras.
Ada beberapa hal mendasar yang perlu dimiliki seorang koki, menurut Degan. Selain kecintaan pada memasak, seorang chef harus memahami bahan dan teknik pengolahannya agar hasil masakan maksimal. Kemampuan untuk mengurai bahan, mengolah rasa dan tekstur, serta memahami prinsip dasar memasak sangat penting. "Juga harus punya rasa ingin menyenangkan orang lain dengan menciptakan sebuah hidangan yang disukainya," jelasnya.