Tren baru di TikTok bertajuk ‘Man of the Year’ belakangan ramai diikuti pengguna. Tren ini umumnya memanfaatkan fitur slide foto, diawali dengan unggahan foto pengguna, lalu diikuti slide yang menampilkan sosok yang disebut sebagai ‘Man of the Year’.
Pada slide lanjutan, banyak pengguna menambahkan tangkapan layar percakapan dengan pasangan mereka. Isi chat tersebut kerap menuai kritik dari warganet karena dinilai tidak masuk akal, terutama dari sudut pandang perempuan.
Secara umum, tren ‘Man of the Year’ menjadi ruang bagi pengguna untuk membagikan pengalaman yang dianggap menggelikan sekaligus memilukan terkait pria-pria dalam hidup mereka. Sejumlah perempuan juga memanfaatkan tren ini untuk menyindir perilaku toxic masculinity yang mereka temui dalam hubungan asmara.
Tren ini terinspirasi dari lagu Lorde berjudul “Man Of The Year” yang dirilis pada 29 Mei 2025. Meski potongan lagu yang digunakan di TikTok terkesan menyoroti sosok pria yang tidak biasa dalam kehidupan perempuan, makna lagu tersebut disebut lebih personal bagi identitas Lorde.
Dalam lagu itu, Lorde menggambarkan perasaannya terkait bagaimana ciri maskulin dan feminin silih berganti hadir dalam dirinya. Namun di TikTok, lagu tersebut kemudian menjadi elemen ikonik yang mengiringi tren viral ‘Man of the Year’, yang juga menjadi ajang berbagi pengalaman di antara para pengguna.

