BERITA TERKINI
Penguatan Logistik dan Standar Pelabuhan Dinilai Penting untuk Menjaga Mutu dan Keamanan Pangan

Penguatan Logistik dan Standar Pelabuhan Dinilai Penting untuk Menjaga Mutu dan Keamanan Pangan

JAKARTA — Kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pola makan bergizi, tetapi juga oleh keamanan pangan sejak tahap penyimpanan, pengangkutan, hingga distribusi. Makanan yang diproduksi dengan kualitas baik tetap berisiko mengalami penurunan mutu apabila proses distribusinya tidak memenuhi standar keamanan.

Karena itu, penguatan sistem logistik pangan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Pangan yang tersimpan, diangkut, dan didistribusikan melalui sistem yang baik akan lebih terjaga kualitasnya sehingga risiko kontaminasi, kerusakan, maupun penurunan mutu dapat diminimalkan. Kondisi tersebut membantu memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan yang aman, layak konsumsi, dan nilai gizinya tetap terjaga.

Dalam rantai distribusi pangan, pelabuhan disebut memegang peranan strategis sebagai pintu masuk dan keluar berbagai komoditas. Pengelolaan pelabuhan yang mengedepankan aspek kebersihan, keamanan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan menjadi faktor penting untuk menjaga mutu bahan pangan sebelum sampai ke tangan konsumen.

Penerapan standar keamanan dan kesehatan di kawasan pelabuhan juga dinilai mendukung terciptanya rantai pasok pangan yang lebih efisien. Distribusi yang cepat dan tertata membantu mempertahankan kesegaran produk, mengurangi potensi pemborosan pangan (food loss), sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pelabuhan memungkinkan pemantauan logistik berlangsung lebih akurat, transparan, dan efisien. Sistem tersebut membantu memastikan distribusi pangan berjalan sesuai standar sehingga keamanan dan kualitas produk tetap terjaga hingga diterima masyarakat.

Komitmen modernisasi pelabuhan juga terlihat dari meningkatnya antusiasme operator untuk mengadopsi konsep Green and Smart Port (GSP). Sebanyak delapan pelabuhan mengikuti Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, program asesmen yang mendorong transformasi pelabuhan menjadi lebih efisien, terdigitalisasi, aman, dan ramah lingkungan.

Program ini diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group yang terdiri atas PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia, dan PT Surveyor Indonesia. Program tersebut mengintegrasikan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari standar pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai transformasi menuju Green and Smart Port akan menjadi faktor penting dalam memperkuat efisiensi logistik pangan nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan. “Pelabuhan adalah simpul strategis distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan membuat logistik semakin efisien, biaya lebih kompetitif, sekaligus menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional,” ujar Zulkifli Hasan, dikutip dari keterangan resmi IDSurvey.

Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey dipercaya Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk menyusun kerangka kerja sekaligus melaksanakan asesmen berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

Chief Executive Officer IDSurvey Arisudono Soerono mengatakan meningkatnya partisipasi pelabuhan mencerminkan menguatnya kesadaran industri terhadap pentingnya keberlanjutan. “Kepercayaan dari Kemenko Pangan merupakan kehormatan bagi IDSurvey. Kami berharap hasil asesmen ini mendorong semakin banyak pelabuhan Indonesia menjadi pelabuhan hijau berstandar internasional yang mendukung efisiensi logistik nasional,” ujarnya.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna menegaskan pihaknya siap memperkuat implementasi Green and Smart Port melalui layanan testing, inspection, dan certification (TIC). “SUCOFINDO bersama IDSurvey akan terus mendampingi penguatan standar, asesmen, dan peningkatan kapasitas pelabuhan agar transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas berjalan konsisten serta meningkatkan daya saing nasional,” kata Sandry.

Dalam GSPI ASRI 2026, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik meraih nilai asesmen tertinggi secara nasional, disusul PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera. Penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung.