BERITA TERKINI
Penggunaan Paper Cup Meningkat, Pelaku Usaha Perlu Pahami Perbedaan untuk Minuman Panas dan Dingin

Penggunaan Paper Cup Meningkat, Pelaku Usaha Perlu Pahami Perbedaan untuk Minuman Panas dan Dingin

Kesadaran terhadap isu lingkungan dalam beberapa tahun terakhir mendorong banyak pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) beralih ke kemasan yang dinilai lebih ramah lingkungan. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah meningkatnya penggunaan paper cup sebagai pengganti gelas plastik sekali pakai, baik untuk minuman panas maupun dingin.

Paper cup kini tidak lagi identik dengan kopi atau teh hangat. Seiring berkembangnya tren minuman kekinian—mulai dari es kopi susu, jus, hingga minuman berbasis soda—gelas kertas semakin sering digunakan untuk kebutuhan takeaway dan delivery. Selain dianggap lebih praktis, kemasan ini juga dinilai tampil lebih rapi.

Meski tampak serupa, tidak semua paper cup memiliki fungsi yang sama. Perbedaan utama terletak pada jenis lapisan laminasi polyethylene (PE) yang digunakan. Secara umum, paper cup dibedakan menjadi Single Polyethylene (SPE) dan Double Polyethylene (DPE), yang menentukan ketahanannya terhadap suhu panas maupun embun dari minuman dingin.

“Banyak pelaku usaha mengira semua paper cup bisa dipakai untuk apa saja. Padahal, perbedaan laminasi memengaruhi daya tahan cup saat terkena panas maupun embun dari minuman dingin,” ujar Suwito, CEO Trifinity.

Minuman panas membutuhkan paper cup yang mampu menahan suhu tinggi agar kertas tidak cepat melunak atau bocor. Sementara itu, minuman dingin cenderung menimbulkan embun di bagian luar gelas. Tanpa perlindungan yang tepat, paper cup dapat menjadi lembap, kurang nyaman dipegang, dan terlihat kurang rapi.

Paper cup jenis SPE memiliki lapisan PE hanya di bagian dalam gelas, sedangkan bagian luar tetap berupa kertas tanpa laminasi. Ciri yang mudah dikenali adalah bagian dalam terlihat mengilap (glossy), sementara bagian luar tampak doff seperti kertas biasa. Jenis ini umum digunakan untuk minuman panas seperti kopi dan teh karena lapisan dalamnya membantu menahan cairan dan suhu panas. Selain itu, SPE disebut lebih ekonomis sehingga kerap dipilih untuk kebutuhan volume tinggi.

Namun, untuk minuman dingin, paper cup SPE dinilai kurang ideal karena bagian luar yang tidak dilapisi PE lebih mudah lembap akibat embun. Berbeda dengan itu, paper cup DPE memiliki lapisan PE di bagian dalam sekaligus luar gelas, dengan ciri permukaan dalam dan luar sama-sama glossy.

Lapisan ganda pada DPE membuatnya lebih tahan terhadap embun dan tidak mudah lembek saat digunakan untuk minuman dingin seperti es kopi, jus, atau minuman takeaway lainnya. DPE juga tetap dapat digunakan untuk minuman panas, sehingga dinilai lebih fleksibel bagi usaha yang memiliki menu beragam.

“Untuk usaha minuman yang punya menu panas dan dingin sekaligus, DPE biasanya terasa lebih praktis karena lebih tahan saat cup bersentuhan dengan embun, jadi tampilan kemasan tetap rapi sampai minuman habis,” kata Suwito.