BERITA TERKINI
Penggunaan ChatGPT di Indonesia Naik 85% Jelang Ramadan 2026, dari Menu Sahur hingga Ide Bisnis

Penggunaan ChatGPT di Indonesia Naik 85% Jelang Ramadan 2026, dari Menu Sahur hingga Ide Bisnis

Penggunaan ChatGPT di Indonesia dilaporkan meningkat 85 persen menjelang Ramadan 2026. Kenaikan ini mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan chatbot kecerdasan buatan (AI) tersebut untuk membantu perencanaan aktivitas selama bulan puasa, mulai dari menyusun menu sahur hingga mencari ide usaha musiman.

Berdasarkan data anonim OpenAI per Januari 2026, penggunaan prompt yang berkaitan dengan aktivitas Ramadan naik 85 persen. Data itu juga menunjukkan adopsi AI yang cepat di Indonesia, dengan 64,7 persen masyarakat Indonesia disebut menggunakan AI.

Head of Communications OpenAI Southeast Asia, Grace Chua, mengatakan pihaknya melihat masyarakat Indonesia semakin memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, jenis pertanyaan “cara praktis” atau “how-to” termasuk dalam lima prompt yang paling banyak ditemukan di Indonesia, dan selama Ramadan berkembang menjadi pertanyaan seputar rutinitas harian, persiapan menu sahur dan buka puasa yang lebih sehat, ide jualan, hingga cara meningkatkan keuntungan bisnis.

Grace Chua juga menyebut ChatGPT kian dipakai sebagai alat bantu pengambilan keputusan selama Ramadan, seiring pengguna memanfaatkan fitur dan kemampuan chatbot untuk menyusun rencana dan menata aktivitas.

Lonjakan pencarian resep dan topik nutrisi

OpenAI mencatat adanya peningkatan pencarian terkait resep memasak sebesar 38 persen serta topik nutrisi dan diet naik 29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Tren ini dinilai menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap kebutuhan energi, hidrasi, dan keseimbangan tubuh selama menjalankan puasa.

Dalam praktiknya, pengguna memanfaatkan ChatGPT untuk menyusun rencana makan lebih awal agar tidak kebingungan menentukan menu harian. Dengan memasukkan daftar bahan yang tersedia, preferensi diet, tujuan kesehatan, hingga anggaran belanja, pengguna dapat meminta rekomendasi menu yang lebih sesuai kebutuhan.

Perencanaan jadwal dan produktivitas

Selain urusan dapur, ChatGPT juga digunakan untuk membantu menyusun jadwal harian yang menyesuaikan waktu sahur, jam kerja, dan momen berbuka. Dalam laporan tersebut, fitur Agent Mode disebut dapat membantu menyusun prioritas tugas, merekomendasikan rutinitas yang realistis saat energi menurun, serta merancang olahraga ringan sebelum berbuka atau setelah salat Tarawih.

Agent Mode juga disebut dapat dipakai untuk membantu eksekusi pekerjaan, seperti melakukan riset, mengorganisir informasi, menyusun draf email, hingga menyiapkan dokumen. Agar hasil lebih efektif, pengguna diminta menetapkan target spesifik serta batasan waktu, anggaran, dan tenggat secara jelas.

Riset bisnis dan pemasaran ikut meningkat

Ramadan juga menjadi periode yang kerap memunculkan peluang pendapatan tambahan. Data yang sama mencatat prompt terkait riset bisnis dan pemasaran melonjak 31 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang mengindikasikan semakin banyak orang mengeksplorasi peluang usaha berbasis kebutuhan musiman.

Dalam konteks ini, ChatGPT dilaporkan digunakan untuk menguji ide usaha sesuai waktu, modal, dan keahlian yang dimiliki, termasuk membantu menyusun lini masa produksi hingga skenario harga yang disesuaikan dengan rutinitas ibadah. Untuk pengelolaan keuangan usaha kecil, chatbot tersebut juga dapat diminta membuat format pencatatan keuntungan sederhana, dengan pengguna menentukan platform yang dipakai serta data yang ingin dicatat.

Peningkatan penggunaan ini memperlihatkan bagaimana AI semakin terintegrasi dalam aktivitas masyarakat Indonesia menjelang Ramadan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pengaturan waktu, maupun perencanaan usaha.