BERITA TERKINI
Peneliti Unair Susun Protokol Diet Tinggi Kalium Berbasis Rempah sebagai Substitusi Garam untuk Tekanan Darah

Peneliti Unair Susun Protokol Diet Tinggi Kalium Berbasis Rempah sebagai Substitusi Garam untuk Tekanan Darah

Hipertensi kerap meningkat seiring bertambahnya usia dan sering dikaitkan dengan pola asupan natrium (Na) yang tinggi serta kalium (K) yang rendah. Upaya mengurangi garam sebagai sumber natrium sekaligus meningkatkan asupan kalium menjadi tantangan, terutama pada kelompok dewasa usia tua, karena preferensi rasa dapat berubah seiring perubahan anatomi dan fisiologi tubuh.

Rempah dan bumbu dapur yang kaya kalium dinilai berpotensi menjadi alternatif. Namun, efektivitas pendekatan diet “The High Potassium Diet Rich in Spices and Herbs–Salt Substitution” (HPSH-SS) untuk menurunkan tekanan darah disebut belum diteliti secara memadai. Karena itu, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menyusun protokol penelitian untuk merancang diet HPSH-SS, menganalisis pengaruhnya terhadap tekanan darah pada kelompok dewasa usia tua, serta mempelajari mekanisme molekuler di ginjal dan pembuluh darah yang dipengaruhi diet tersebut. Protokol penelitian itu telah dipublikasikan di JMIR Research Protocol yang terindeks Scopus Q2.

Dalam protokolnya, penelitian dirancang dalam dua fase. Fase pertama mencakup perumusan dan penilaian diet HPSH-SS yang disesuaikan bagi kelompok dewasa tua. Kelompok intervensi akan menerima diet 1.800 kkal per hari dengan 3.500 mg kalium dan 1.500 mg natrium, sedangkan kelompok kontrol menerima 1.500 mg kalium dan 2.000 mg natrium. Diet diberikan selama 14 hari dan distandarisasi menggunakan program NutriSurvey, serta dianalisis secara biokimia menggunakan spektrofotometri serapan atom (AAS).

Fase kedua berupa uji coba terkontrol acak (randomized controlled trial/RCT) paralel selama 14 hari, dengan peserta dewasa yang lebih tua dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Luaran utama yang akan diukur meliputi tekanan darah, kalium serum, aldosteron, isoprostan F2, kadar plasma oksida nitrat, serta analisis urin untuk natrium, kalium, dan rasio natrium/kalium. Variabel pengganggu dikendalikan melalui pengacakan dan analisis bertingkat.

Penyusunan menu dan penilaian organoleptik diet HPSH-SS disebut dimulai pada pertengahan 2022 dan telah mendapatkan persetujuan Komite Etik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (78/EA/KEPK/2022) pada 11 Mei 2022. Diet tersebut distandarisasi untuk memenuhi target harian 1.800 kkal energi, 3.500 mg kalium, dan 1.500 mg natrium. Kandungan kalium dan natrium dari sejumlah menu diet rempah kemudian dianalisis menggunakan AAS.

Rekrutmen untuk RCT dimulai pada Maret 2023 setelah memperoleh persetujuan Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya (35/EC/KEPK/FKUA/2023). Studi ini didaftarkan untuk periode 9 Februari 2023 hingga 9 Februari 2024. Pada rentang Maret hingga Juni 2023, sebanyak 64 partisipan direkrut, terdiri atas 32 orang di kelompok intervensi dan 32 orang di kelompok kontrol.

Menurut protokol, intervensi dan pengumpulan data diperkirakan berlangsung sekitar satu tahun. Hingga protokol ditulis dan dipublikasikan, manajemen data masih berjalan dan analisis data belum dilakukan.

Peneliti mengajukan hipotesis bahwa diet HPSH-SS akan meningkatkan kadar kalium serum, aldosteron plasma, dan oksida nitrat; menurunkan isoprostan F2 plasma; meningkatkan kadar natrium dan kalium urin; menurunkan rasio natrium/kalium urin; serta menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Jika terbukti efektif, pendekatan ini diharapkan dapat memberi wawasan mengenai strategi diet untuk membantu pengaturan tekanan darah pada orang dewasa yang lebih tua.