BERITA TERKINI
Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program BANGKIT untuk Dukung Kesehatan dan Gizi Anak OAP

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Program BANGKIT untuk Dukung Kesehatan dan Gizi Anak OAP

Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan Program Membangun Generasi dan Keluarga Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) Papua Tengah untuk mendukung kesehatan dan gizi anak Orang Asli Papua (OAP) melalui peningkatan kualitas hidup keluarga dan anak.

Program yang dicanangkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH itu diluncurkan di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Selasa (21/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 Provinsi Papua Tengah.

BANGKIT Papua Tengah memberikan bantuan tunai yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus kepada anak-anak OAP di bawah lima tahun guna membantu pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi. Pada tahap awal, program ini akan dilaksanakan di empat kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya, sebelum diperluas ke empat kabupaten lainnya pada tahun berikutnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Inovasi Daerah Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menyebut peluncuran program menjadi penanda dimulainya pelaksanaan BANGKIT Papua Tengah. Ia menegaskan program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga dan anak OAP di delapan kabupaten di Papua Tengah, dengan pelaksanaan tahap awal di empat kabupaten.

Eliezer juga menekankan pentingnya penggunaan data sebagai dasar penentuan penerima manfaat. Dalam kegiatan peluncuran, turut diserahkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akan digunakan untuk menentukan penerima manfaat Program BANGKIT Papua Tengah.

Dalam pidato utama dan presentasinya, Gubernur Meki F. Nawipa menjelaskan program ini dikembangkan untuk menjawab tantangan stunting dan kemiskinan, memperkuat kualitas data penerima manfaat, serta memastikan keberlanjutan investasi pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Program ini ada karena berdasarkan data yang ada, prevalensi stunting di Papua Tengah sudah mencapai 32,5 persen dan angka kemiskinan 28,9 persen. Melalui BANGKIT Papua Tengah, kami juga ingin memperoleh data yang semakin valid sehingga program pemerintah menjangkau masyarakat yang tepat,” kata Nawipa.

Program BANGKIT Papua Tengah telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Tengah agar pelaksanaannya dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pada tahap awal, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 anak Papua Tengah.

Gubernur menyampaikan, pelaksanaan program membutuhkan sekretariat bersama serta keterlibatan aktif pemerintah kabupaten. Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi para pemangku kepentingan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain bantuan bagi anak balita, Pemprov Papua Tengah juga membiayai pendidikan sekitar 550 siswa Papua Tengah yang belajar di Nabire dan Timika serta mendukung pembiayaan pendidikan bagi 58.920 siswa SMP dan SMA. Sementara itu, 2.444 siswa lainnya mendapat dukungan Program Indonesia Pintar dari pemerintah pusat.

Rangkaian peluncuran dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov Papua Tengah dan empat pemerintah kabupaten lokasi tahap awal, yakni Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya. Komitmen tersebut mencakup penyelarasan kebijakan, program dan kegiatan; pemanfaatan serta pemutakhiran data; penguatan koordinasi; dan pembentukan sekretariat bersama di tingkat kabupaten.

Kegiatan juga diisi sosialisasi petunjuk teknis operasional program serta diskusi mengenai penguatan perlindungan sosial sebagai bagian dari upaya mewujudkan Papua Tengah yang sehat, cerdas, produktif, dan sejahtera.

Penyusunan Program BANGKIT Papua Tengah didukung oleh SKALA (Sinergi dan Kolaborasi Percepatan Pelayanan Dasar), Program Kemitraan Australia–Indonesia, melalui penguatan desain program, tata kelola, pemanfaatan data, dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Pasca peluncuran, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten akan melanjutkan pendataan dan verifikasi penerima manfaat, menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan, serta membentuk sekretariat bersama untuk mendukung pelaksanaan program.