Kantor Urusan Sipil Distrik Utara, Kota Taichung, menuntaskan program tiga hari bertajuk “Kelas Pembinaan Khusus untuk Penduduk Imigran Baru – Kelas Memasak Masakan Chinese” pada 6 Juli. Program ini digelar untuk membantu penduduk imigran baru beradaptasi lebih baik dalam masyarakat Taiwan melalui pengenalan budaya kuliner setempat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mengikuti kelas memasak masakan Chinese tingkat C yang berfokus pada penguasaan teknik dasar, mulai dari cara memotong, penanganan bahan makanan, hingga teknik memasak. Kegiatan ini menarik partisipasi penduduk imigran baru beserta keluarga mereka, sekaligus menjadi ruang belajar bersama dalam suasana kekeluargaan.
Kepala Dinas Urusan Sipil Kota Taichung, Wu Shi-wei, menyampaikan bahwa kuliner dapat menjadi cara untuk memahami budaya baru. Menurutnya, kursus ini diharapkan membantu peserta meningkatkan pemahaman tentang budaya kuliner Taiwan, memenuhi selera keluarga, serta mempererat hubungan di dalam keluarga.
Wu menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah kota mendorong program pemberdayaan bagi penduduk imigran baru, tidak hanya untuk membantu adaptasi kehidupan di Taiwan, tetapi juga untuk meningkatkan keterampilan profesional dan kemampuan kerja. Kelas memasak kali ini menggabungkan teori dan praktik, termasuk pengenalan awal terhadap ujian sertifikasi memasak masakan Chinese. Program tersebut diharapkan dapat mengembangkan potensi keterampilan penduduk baru, mendorong integrasi lintas budaya, dan menciptakan “Masakan Taiwan Baru”.
Kepala Kantor Urusan Sipil Distrik Utara, Zheng Feng-qiu, mengatakan program ini tidak hanya berisi pelatihan memasak. Peserta juga mendapatkan materi keterampilan perawatan rumah tangga dasar dan pencegahan kekerasan berbasis gender digital untuk meningkatkan kemampuan perlindungan diri.
Selain itu, penyelenggara mengundang petugas pemadam kebakaran untuk memberikan pelatihan tanggap darurat, termasuk pelurusan mitos kebakaran, pertolongan pertama CPR, penggunaan AED, serta teknik Heimlich. Peserta juga diajak melakukan praktik langsung guna meningkatkan kesadaran pencegahan dan penanggulangan bencana.
Pihak Kantor Urusan Sipil Distrik Utara menyebut peserta program berasal dari Vietnam, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Tiongkok. Selama pelatihan, para peserta dinilai aktif bekerja sama dan menyelesaikan rangkaian kelas tiga hari. Sejumlah peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap pengaturan kursus dan perhatian pemerintah kota terhadap penduduk imigran baru.
Salah satu peserta, Nguyen, penduduk imigran baru asal Vietnam yang telah memiliki beberapa sertifikasi di bidang pembuatan roti, minuman, dan penerjemahan, menyatakan ketertarikannya pada masakan Chinese. Ia berharap dapat meningkatkan kemampuan memasak melalui kursus ini dan berencana mengikuti ujian sertifikasi, dengan harapan suatu hari membuka restoran yang menyajikan perpaduan masakan Chinese dan Vietnam.
Peserta lain, Liu, penduduk imigran baru asal Tiongkok yang telah menikah dan tinggal di Taiwan lebih dari 20 tahun, menuturkan bahwa pengalaman mengikuti kursus membuatnya kembali merasakan kerja sama dan interaksi antarpeserta. Ia mengatakan kegiatan tersebut membantunya menyadari pentingnya interaksi sosial dan menumbuhkan kepercayaan diri untuk kembali terlibat dalam masyarakat serta dunia kerja.

