BERITA TERKINI
Pemkab Natuna Jalankan Program Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal untuk Perbaikan Gizi Balita dan Ibu Hamil KEK

Pemkab Natuna Jalankan Program Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal untuk Perbaikan Gizi Balita dan Ibu Hamil KEK

Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menggulirkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk memperbaiki status gizi balita serta ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik (KEK). Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Kesehatan agar kelompok rentan memperoleh asupan nutrisi yang optimal melalui pemanfaatan sumber pangan daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, mengatakan program tersebut didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan. Anggaran itu dikelola oleh masing-masing puskesmas di Natuna untuk menjaga distribusi dan kualitas makanan tambahan.

Menurut Hikmat, DAK dialokasikan kepada Dinas Kesehatan, kemudian dikelola puskesmas untuk membeli bahan pangan bergizi dari wilayah setempat dan mengolahnya menjadi makanan bernutrisi. Dalam pelaksanaannya, kader posyandu berperan sebagai pengolah PMT berbahan pangan lokal seperti ikan, telur, sayuran, dan bahan lainnya.

Ia menjelaskan, program ini menekankan penyediaan menu bergizi seimbang dengan kandungan protein tinggi, terutama protein hewani, serta disertai edukasi mengenai pola makan sehat dan pola asuh anak. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan status gizi sekaligus mencegah stunting.

Berdasarkan panduan Kementerian Kesehatan, PMT berbahan pangan lokal diutamakan karena dinilai lebih mudah diperoleh, memiliki nilai gizi tinggi, dan mendukung pemanfaatan sumber pangan di daerah.

Di Natuna, program ini mulai dilaksanakan sejak Oktober 2023 dan terus berjalan hingga kini. Intervensi pemberian makanan tambahan dilakukan selama tiga bulan berturut-turut dengan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan. Selama periode intervensi, perkembangan berat badan dan kondisi kesehatan sasaran dipantau untuk melihat perubahan serta hasilnya.

Selain pemberian makanan tambahan, pemerintah juga melakukan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang melalui kegiatan posyandu, penyuluhan kesehatan, dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya. Hikmat menyebut program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Natuna.