Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan mendorong kelompok tani di wilayahnya untuk menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini ditujukan untuk memastikan pasokan bahan pangan lokal bagi dapur MBG sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Manggarai Barat, Laurensius Halu, mengatakan kerja sama tersebut dilakukan dengan persyaratan yang disesuaikan kebutuhan dapur MBG. Ia menilai program MBG tidak hanya bermanfaat untuk penguatan gizi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian lokal.
Menurut Laurensius, sejumlah kelompok tani dan petani di Kecamatan Komodo telah menjalin kerja sama dengan SPPG untuk mendukung pelaksanaan MBG di Labuan Bajo. Pemkab Mabar, kata dia, saat ini masih mengidentifikasi jumlah kelompok tani yang sudah bermitra dengan SPPG.
Ia menyebut, petani di beberapa wilayah telah memasok kebutuhan dapur MBG. Di lapangan, penyuluh dan kelompok tani juga rutin menginformasikan ketersediaan produk atau bahan pangan kepada dapur MBG di Labuan Bajo.
Laurensius menyambut baik rencana perluasan program MBG hingga tingkat kecamatan di Manggarai Barat. Ia menilai perluasan ini membuka peluang bagi kelompok tani untuk lebih mudah memasarkan produk pertanian dan peternakan dari desa. Ia juga menekankan pentingnya respons dan kepekaan petani dalam melihat peluang pasar dari kebutuhan dapur MBG, sehingga hasil produksi dapat terserap, tidak hanya bergantung pada pasar hotel dan restoran di Labuan Bajo.
Untuk mendukung program MBG, Pemkab Mabar mendorong peningkatan produksi sejumlah komoditas, seperti sayuran daun, sayuran umbi, dan terutama beras. Di Manggarai Barat tercatat ada 1.980 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan.
Berdasarkan data produksi sejak Januari hingga 31 Oktober 2025, total produksi gabah kering giling mencapai 175.794 ton dari luas panen 30.680 hektare. Sementara produksi jagung tercatat 8.742 ton dari luas panen 2.015 hektare.
Adapun produksi ubi kayu tercatat 13.590 ton umbi basah dari luas tanam 91 hektare, sedangkan produksi ubi jalar mencapai 5.415 ton umbi basah dari luas tanam 17 hektare.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional menetapkan 43 titik pembangunan SPPG di Manggarai Barat. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 214 Tahun 2025 tertanggal 16 Oktober 2025.

